Cliq Coffee & Kitchen , Ngopi Santai dan Sajian Menu Makanan Lezat!

CLIQ COFFE & KITCHEN dekat Pasar Santa

Jam pulang kantor tak ubahnya kadang masih ada saja agenda, maka dari itu saya mencari beberapa coffee shop. Beberapa kali melewati daerah jalan Cipaku (dekat apsar santa) saya melihat coffee shop baru, design bangunannya minimalis dengan sentuhan warna pastel dan putih. Singkat cerita, saya ada meeting dengan teman, lalu langsung saja saya kasih lokasi tempat janjiannya.

Tempat ngopi ini namanya CLIQ Coffee & Kitchen. Kesan pertama pas sampai di tempat ngopi ini adalah nyaman untuk berlama-lama. Tempatnya cukup tenang dan cocok untuk meeting atau sekedar mengerjakan kerjaan/laptopan saja. Konsep minimalis, kekinian dan simple, membawa aura yang tenang. Mushola  yang cukup luas dengan sentuhan minimalis serta kamar mandi wangi dan rapih adalah point tambahan bagi tempat ngopi yang berada di depan persis Pasar Santa ini. Menurut saya ngopi di tempat ini cocok untuk jam-jam brunch dan makan siang, atau jam malam setelah pulang kantor.

Saya memesan long black dan cemilan yang menarik, rasa dan tampilanya khas. Makanan untuk cemilan yang saya pesan adalah Crispy Pad Thai Rolls, dan ini enak asli gak boong, menu lainnya yang dipesan adalah cake cokelat. Minuman wajib yang harus dicoba lainnya adalah ice mocca-nya. Untuk menu kopi lainnya di sini juga menyediakan manual brew dan signature coffee yang bisa dipilih saat memesan. Kocek yang harus kamu keluarkan kira-kira 70 ribu atau 100 ribu untuk menikmati kopi dan menu makanan nan lezatnya. 

Tempatnya pun tidak sulit dicari, akses yang mudah untuk yang mempunyai kantor di daerah Jakarta Selatan dan sekitarnya. Satu lagi, bagi yang ingin foto ootd dan berkumpul-kumpul sambil mengambil foto maka bisa menyiapkan diri sekece mungkin, karena tempatnya cukup aestetik!

Advertisements

Prolog dan Topik Sore

ilustrasi
(ilustrasi)

“Melihat adegan sepasang suami istri yang sedang berbincang, nampak istrinya siap-siap pergi dengan mobil, namun terlihat ada air mata dari raut wajahnya yang sambil menidurkan wajahnya di stir mobil. Sang suami mencoba menenangkan, dan menyusul suara bising ramai anak-anaknya yang sedang menangis di kursi belakang mobil.”

 

Entah apa yang terjadi, namun  saya melihatnya sambil meneguk kopi saat hari menjelang gelap. Mungkin ada lelah dari mereka yang menjalankan hubungan dengan sebuah komitmen tersebut.  Adegan tersebut terekam di kepala saya untuk direnungkan, kopi hari itu diteguk dan juga menjadi sebuah renungan yang luar biasa.

Memang memulai hubungan ke jenjang serius bukanlah semata mudah, melandaskan cinta bukan cuma sekedar suka dan saling sayang. Pasti ada porsi untuk saling kerjasama dan mengarungi sesuatu yang tidak selalu mudah, ditambah harus dilewati bersama-sama. Saya salah satu yang agak menunda akan komitmen, jujur saya karena patah hati yang cukup luar biasa sedari beberapa bulan ini (eh curhat bung), mending saya melanjutkan seruputan lagi saja.

Derap langkah laki-laki yang menjauh dari mobil tersebut, wajahnya tersirat lelah tapi ada tabah dalam bentuk yang berbeda. Saya tidak sama sekali terbayang, apa masalahnya, namun ada gambaran bahwa hidup memang banyak pilihan, apa lagi memilih dengan siapa ketika ingin mengarungi bahtera rumah tangga.

“Laki-laki itu menjauh dan melambaikan tangan pada istrinya yang sedang memundurkan mobil dengan tenang”

Mereka pastilah sudah banyak melewatkan kejadian dengan berpegangan tangan, percaya satu sama lain, dan  semua yang menerjang pasti bisa dilewati. Reka adegan sore itu menampar saya, untuk tidak terlalu memikirkan yang terjadi dengan saya, apalagi masalah jodoh. Harus lebih mempersiapkan bekal, jangan main asal berani berkomitmen dengan banyak janji. Semua yang mereka lewati adalah sesuatu yang terikat janji suci, yang sudah terpikirkan matang-matang, pun kalau terjadi tidak sesuai yang diharapkan maka mereka berdua harus lebih kuat dari masalah dan badai yang menimpa.

Melewati bahtera rumah tangga seperti mereka itu adalah perjuangan yang butuh persiapan. Saya menyeruput lagi untuk kesekian kalinya, dan dibuat membayangkan lagi hal-hal yang belum terjadi.

 

Bersambung…..

Kopi Kosan, Ngopi di Pasar Santa Kuy!

Foto: Bacakopi alias @ihanifiqbal

Hai para pembaca bacakopi, kali ini simak pembahasan warung kopi di Pasar, terkadang kalau butuh suasana baru untuk menikmati kopi ya saya keluar dari rumah. Jadi berawal dari iseng hunting ke Pasar Santa. Biasanya cuma mendengar kalau Pasar tersebut mempunyai banyak kedai kopi yang enak, kebanyakan kopi tinggal take away yang sering dipesan orang menggunakan Ojek online. Tujuan utama saya ingin ke Post Santa salah satu toko buku di sana. Seketika haus, dan melihat sebuah kedia kopi tepat di pojokan, tepatnya di lantai 2. Maka mampirlah saya dengan teman, ketika melihat menunya saya langsung tertarik.

“Kedai kopi sederhana, dengan beberapa mesin manual yang siap menyediakan kopi yang ditemani suasana Pasar”

Kunjungan pertama saya yaitu langsung mencoba membeli es kopi susu dengan rasa pisang, dan juga teman saya memesan yang ras taro. Baru pertama mencoba sensasi rasa lucu, pas dan seger, dan yang paling penting rasa kopinya tidak kalah dan hilang. Sempat ngobrol-ngobrol dengan yang punya, singkat cerita dia sharing kalau kopi kosan ini awal mulanya memang berjualan di depan kosannya di daerah Jakarta Selatan, dan berawal dari si empunya yang hobi ngopi.  Lama-kelamaan akhirnya ia memutuskan untuk berjualan  kopi agar bisa menyalurkan hobi dan tetap waras dalam kehidupannya (maklum si owner masih menjadi budak korporat) *yasamaamakita. Akhirnya ia memutuskan untuk pindah dan berjualan di Pasar Santa. Si owner Kopi Kosan pun juga bilang bahwa di tempat ini ada lebih dari 10 kios yang menjual kopi. Salut dengan keberaniannya untuk menjual kopi namun dengan konsep yang tidak neko-neko tapi mempunyai menu andalan yang berkesan.

Sumber: @ihanifiqbal

Lalu kunjungan kedua saya mencoba menu es red velvet espresso, ini rasanya cukup mind blowing sih! Enak dan manisnya pas, rasa kopinya pun masih kuat. Harga tiap gelasnya dibandrol dengan harga 20 ribu saja. Menu andalan yang unik lainnya di Kopi Kosan adalah Kopi es kopi susu awal bulan dan juga es kopi susu cinnamon aren. Siang-siang atau sore selepas kerja menurut saa cocok untuk menikmati racikan kopi dari Kopi Kosan, mungkin akan menjadi langganan saya jika di kantor ada acara atau bahkan sekedar berkunjung ke Pasar Santa danpulangnya mampir makan Sate Padang Ajo Ramon. Jangan lupa ngopi dan tetap sehat dan jalan-jalan, pokoke salam ngopi! (Taglinennya kenapa jadi mirp-miri acara wisata2 kuliner it yak?)

Kumpulan Cerita Pendek dari Bacakopi

Kumpulan Cerita Pendek

 

Hai para pembaca bacakopi! Berharap kabar para pembaca selalu sehat nan baik. Akhirnya saya nulis lagi, tapi kali ini tidak membahas kedai kopi melainkan tulisan yang sedang saya kerjakan. Untuk hasil tulisan yang satu ini sampai-sampai harus menyampingkan tulisan tentang kedai kopi untuk refrensi kalian semua.

Cerita singkat tentang proyek tulisan ini berawal dari 2 tahun lalu, saya sempat mengenal kopi lebih dalam dan semakin penasaran. Lalu disamping itu saya pun juga sedang mengerjakan kumpulan cerpen (cerita pendek) untuk dijadikan sebuah buku online maupun tidak. Lama-kelamaan konsep cerita yang lama sangat garing, lalu sambil mengenal kopi akhirnya tercetus  memadukan kumpulan cerita tersebut dengan unsur secangkir kopi. Maka dari itu, tulisannya saya rombak.  Dengan pembelajaran  dunia perkopian, riset maupun mencoba berkunjung dari kedai kopi ke kedai kopi lain, saya pun mulai mendapatkan feel dari berkembangnya cerita yang saya sedang kerjakan.

Niatan awal memang ingin berbagi cerita, bisa dibilang kisah hidup yang berkesan. Pesan dari ceritanya adalah tentang semua-semua yang berujung pahit belum tentu sesial itu, selalu ada hikmah dan sisi baiknya jika kita melihatnya dari sisi yang berbeda. Terinspirasi dari kopi yang memang pahit lalu ada bumbu filosofi-filosofi dari sebuah arti menikmati perjalanan hidup seperti menikmati kopi.

Judul kumpulan cerita pendek ini adalah ” Ada Cerita Tentang Pahit” bisa disimak di platform storial dengan kategori cerita pendek. Semoga bisa dinikmati ceritanya, dibaca dengan menikmati secangkir kopi, lalu dibacanya dengan tenang di waktu luang.  Selamat membaca, jangan lupa minum ngopi!

 

 

Kopi Kalyan, Cold Brew, Beserta Nyamannya Ngopi Bareng

Sumber foto: @ihanifiqbal
Sumber foto: @ihanifiqbal

Saatnya menjalankan aktivitas, kegiatan beragam untuk mengisi hari sepertinya diakhiri dengan secangkir kopi yang enak. Hari itu saya harus meeting, lalu dilanjutkan bertemu teman lagi untuk sekedar sesi cerita. Maka, saya mulai mencari tempat ngopi di daerah Jakarta Selatan. Setelah iseng mencari di Instagram saya tertarik dengan salah satu menu kopi tepatnya Cold Brew di Kopi Kalyan. Langsung saja saya menuju ke daerah Jl. Cikajang Petogogan Jakarta Selatan.

Sesampainya di lokasi yang cukup ramai ini, saya mencari sudut tempat yang asik untuk berbincang . Menurut saya tempatnya nyaman, tidak usah diragukan lagi, jenis coffee shop nan kekinian namun dengan sentuhan minimalis. Cukup betah untuk menikmati kopi sambil berbincang santai. Tempat duduk pun bisa bebas memilih, mau sofa atau meja khusus untuk meletakkan laptop. Bagian smoking areanya juga nyaman untuk yang ingin mengobrol sambil menghabiskan rokok.

Sebenarnya saya mengunjungi tempat ini dua kali, yang pertama saya kehabisan menu yang membuat saya penasaran yaitu cold brew-nya. Jadilah saya memesan segelas long black, saat tiba segelasnya sudah ditemani dengan sepotong kue nan lembut. Sangat cocok jika dipadukan keduanya, yang satu manis dan segelas kopinya pahitnya pas. Setelah itu memesan menu cemilannya chips, potongan kentang goreng yang dipadu dengan bumbu- bumbu entah apa tapi saya sangat cocok dengan rasanya.

Nah! Pas sekali saat saya berkunjung untuk kedua kalinya, akhirnya dapat juga stock cold brew dengan packaging yang menarik hati. Tersedia dua jenis, yang satu latte yang satu hitam pekat. Suasana nan panas kala itu sangat cocok menikmati minuman kopi yang dingin. Saya memesan yang tidak paka susu, karena saya suka dengan pure rasa kopi yang pahit, cold brew dari Kalyan ini rekomendasi banget. Tapi bagi yang tidak begitu suka minuman kopi bisa memesan cold brew latte-nya, karena rasanya lebih cenderung ke lattenya dibandingkan kopinya. Segelasnya cuma 35 ribu, dan uniknya kedai kopi yang satu ini punya campaign menarik, jika kamu menukarkan beberapa kaleng cold brew Kopi Kalyan, kamu akan mendapatkan cold brew gratis.

 

 

Sumber Foto: @ihanifiqbal
Sumber Foto: @ihanifiqbal

Sumber Foto: @ihanifiqbal
Sumber Foto: @ihanifiqbal

Untuk tiap orangnya jika ingin mengopi dan makan di sini siapkan kocek sebesar 100 ribu. Sudah kenyang dan bisa menghasilkan obrolan dan kerjaan pun selesai. Salah satu yang rekomendasi sekali untuk anak Jakarta, apa lagi yang pingin reuni dan ngobrol bareng temen lama. Berikut artikel  singkat dari Bacakopi. Jikalau bisa nikmatilah kopimu dengan obrolan yang bisa membuat penat hilang, ajak teman lamamu untuk sekedar berbincang dan bertukar pikiran. Jangan lupa ngopi!