Kopi Kosan, Ngopi di Pasar Santa Kuy!

Foto: Bacakopi alias @ihanifiqbal

Hai para pembaca bacakopi, kali ini simak pembahasan warung kopi di Pasar, terkadang kalau butuh suasana baru untuk menikmati kopi ya saya keluar dari rumah. Jadi berawal dari iseng hunting ke Pasar Santa. Biasanya cuma mendengar kalau Pasar tersebut mempunyai banyak kedai kopi yang enak, kebanyakan kopi tinggal take away yang sering dipesan orang menggunakan Ojek online. Tujuan utama saya ingin ke Post Santa salah satu toko buku di sana. Seketika haus, dan melihat sebuah kedia kopi tepat di pojokan, tepatnya di lantai 2. Maka mampirlah saya dengan teman, ketika melihat menunya saya langsung tertarik.

“Kedai kopi sederhana, dengan beberapa mesin manual yang siap menyediakan kopi yang ditemani suasana Pasar”

Kunjungan pertama saya yaitu langsung mencoba membeli es kopi susu dengan rasa pisang, dan juga teman saya memesan yang ras taro. Baru pertama mencoba sensasi rasa lucu, pas dan seger, dan yang paling penting rasa kopinya tidak kalah dan hilang. Sempat ngobrol-ngobrol dengan yang punya, singkat cerita dia sharing kalau kopi kosan ini awal mulanya memang berjualan di depan kosannya di daerah Jakarta Selatan, dan berawal dari si empunya yang hobi ngopi.  Lama-kelamaan akhirnya ia memutuskan untuk berjualan  kopi agar bisa menyalurkan hobi dan tetap waras dalam kehidupannya (maklum si owner masih menjadi budak korporat) *yasamaamakita. Akhirnya ia memutuskan untuk pindah dan berjualan di Pasar Santa. Si owner Kopi Kosan pun juga bilang bahwa di tempat ini ada lebih dari 10 kios yang menjual kopi. Salut dengan keberaniannya untuk menjual kopi namun dengan konsep yang tidak neko-neko tapi mempunyai menu andalan yang berkesan.

Sumber: @ihanifiqbal

Lalu kunjungan kedua saya mencoba menu es red velvet espresso, ini rasanya cukup mind blowing sih! Enak dan manisnya pas, rasa kopinya pun masih kuat. Harga tiap gelasnya dibandrol dengan harga 20 ribu saja. Menu andalan yang unik lainnya di Kopi Kosan adalah Kopi es kopi susu awal bulan dan juga es kopi susu cinnamon aren. Siang-siang atau sore selepas kerja menurut saa cocok untuk menikmati racikan kopi dari Kopi Kosan, mungkin akan menjadi langganan saya jika di kantor ada acara atau bahkan sekedar berkunjung ke Pasar Santa danpulangnya mampir makan Sate Padang Ajo Ramon. Jangan lupa ngopi dan tetap sehat dan jalan-jalan, pokoke salam ngopi! (Taglinennya kenapa jadi mirp-miri acara wisata2 kuliner it yak?)

Advertisements

Kumpulan Cerita Pendek dari Bacakopi

Kumpulan Cerita Pendek

 

Hai para pembaca bacakopi! Berharap kabar para pembaca selalu sehat nan baik. Akhirnya saya nulis lagi, tapi kali ini tidak membahas kedai kopi melainkan tulisan yang sedang saya kerjakan. Untuk hasil tulisan yang satu ini sampai-sampai harus menyampingkan tulisan tentang kedai kopi untuk refrensi kalian semua.

Cerita singkat tentang proyek tulisan ini berawal dari 2 tahun lalu, saya sempat mengenal kopi lebih dalam dan semakin penasaran. Lalu disamping itu saya pun juga sedang mengerjakan kumpulan cerpen (cerita pendek) untuk dijadikan sebuah buku online maupun tidak. Lama-kelamaan konsep cerita yang lama sangat garing, lalu sambil mengenal kopi akhirnya tercetus  memadukan kumpulan cerita tersebut dengan unsur secangkir kopi. Maka dari itu, tulisannya saya rombak.  Dengan pembelajaran  dunia perkopian, riset maupun mencoba berkunjung dari kedai kopi ke kedai kopi lain, saya pun mulai mendapatkan feel dari berkembangnya cerita yang saya sedang kerjakan.

Niatan awal memang ingin berbagi cerita, bisa dibilang kisah hidup yang berkesan. Pesan dari ceritanya adalah tentang semua-semua yang berujung pahit belum tentu sesial itu, selalu ada hikmah dan sisi baiknya jika kita melihatnya dari sisi yang berbeda. Terinspirasi dari kopi yang memang pahit lalu ada bumbu filosofi-filosofi dari sebuah arti menikmati perjalanan hidup seperti menikmati kopi.

Judul kumpulan cerita pendek ini adalah ” Ada Cerita Tentang Pahit” bisa disimak di platform storial dengan kategori cerita pendek. Semoga bisa dinikmati ceritanya, dibaca dengan menikmati secangkir kopi, lalu dibacanya dengan tenang di waktu luang.  Selamat membaca, jangan lupa minum ngopi!

 

 

Kopi Kalyan, Cold Brew, Beserta Nyamannya Ngopi Bareng

Sumber foto: @ihanifiqbal
Sumber foto: @ihanifiqbal

Saatnya menjalankan aktivitas, kegiatan beragam untuk mengisi hari sepertinya diakhiri dengan secangkir kopi yang enak. Hari itu saya harus meeting, lalu dilanjutkan bertemu teman lagi untuk sekedar sesi cerita. Maka, saya mulai mencari tempat ngopi di daerah Jakarta Selatan. Setelah iseng mencari di Instagram saya tertarik dengan salah satu menu kopi tepatnya Cold Brew di Kopi Kalyan. Langsung saja saya menuju ke daerah Jl. Cikajang Petogogan Jakarta Selatan.

Sesampainya di lokasi yang cukup ramai ini, saya mencari sudut tempat yang asik untuk berbincang . Menurut saya tempatnya nyaman, tidak usah diragukan lagi, jenis coffee shop nan kekinian namun dengan sentuhan minimalis. Cukup betah untuk menikmati kopi sambil berbincang santai. Tempat duduk pun bisa bebas memilih, mau sofa atau meja khusus untuk meletakkan laptop. Bagian smoking areanya juga nyaman untuk yang ingin mengobrol sambil menghabiskan rokok.

Sebenarnya saya mengunjungi tempat ini dua kali, yang pertama saya kehabisan menu yang membuat saya penasaran yaitu cold brew-nya. Jadilah saya memesan segelas long black, saat tiba segelasnya sudah ditemani dengan sepotong kue nan lembut. Sangat cocok jika dipadukan keduanya, yang satu manis dan segelas kopinya pahitnya pas. Setelah itu memesan menu cemilannya chips, potongan kentang goreng yang dipadu dengan bumbu- bumbu entah apa tapi saya sangat cocok dengan rasanya.

Nah! Pas sekali saat saya berkunjung untuk kedua kalinya, akhirnya dapat juga stock cold brew dengan packaging yang menarik hati. Tersedia dua jenis, yang satu latte yang satu hitam pekat. Suasana nan panas kala itu sangat cocok menikmati minuman kopi yang dingin. Saya memesan yang tidak paka susu, karena saya suka dengan pure rasa kopi yang pahit, cold brew dari Kalyan ini rekomendasi banget. Tapi bagi yang tidak begitu suka minuman kopi bisa memesan cold brew latte-nya, karena rasanya lebih cenderung ke lattenya dibandingkan kopinya. Segelasnya cuma 35 ribu, dan uniknya kedai kopi yang satu ini punya campaign menarik, jika kamu menukarkan beberapa kaleng cold brew Kopi Kalyan, kamu akan mendapatkan cold brew gratis.

 

 

Sumber Foto: @ihanifiqbal
Sumber Foto: @ihanifiqbal
Sumber Foto: @ihanifiqbal
Sumber Foto: @ihanifiqbal

Untuk tiap orangnya jika ingin mengopi dan makan di sini siapkan kocek sebesar 100 ribu. Sudah kenyang dan bisa menghasilkan obrolan dan kerjaan pun selesai. Salah satu yang rekomendasi sekali untuk anak Jakarta, apa lagi yang pingin reuni dan ngobrol bareng temen lama. Berikut artikel  singkat dari Bacakopi. Jikalau bisa nikmatilah kopimu dengan obrolan yang bisa membuat penat hilang, ajak teman lamamu untuk sekedar berbincang dan bertukar pikiran. Jangan lupa ngopi!

 

Bacakopi ke ICE (Indonesia Coffee Event) 2018 Sembari Melihat Industri Kopi Indonesia

Sumber foto IBC Kuningan city (Sibacakopi)
Sumber foto ICE Kuningan city (Sibacakopi)

 

Beberapa hari kemarin akhirnya Bacakopi mengunjungi ICE (Indonesia Coffee Events) 2018 beserta Coffee Village di Kuningan City. Acara tersebut memang salah satu gerbang besar menuju dunia perkopian di Indonesia. Tentu hal ini juga bisa membuka peluang besar bagi para barista untuk ke level Internasional. Begitu juga dengan penikmat kopi, yang baru belajar atau yang sudah pro.

Sementara itu, di event ini sangat ramai para pecinta kopi yang sedang berburu kopi. Tidak lupa coffee shop lokal dan para produsen bahan-bahan pelengkap coffee shop bermunculan menawarkan produknya. Banyak Kedai Kopi lokal yang menawarkan inovasi dan keunggulan dari rasa yang dibuat. Sudah tidak diragukan lagi bahwa Kopi yang unggul di Indonesia memang memberikan banyak rasa, tergantung bagaimana masing-masing  kedai mengolahnya.

Sumber foto (bacakopi): Ngopi gratis
Sumber foto (bacakopi): Ngopi gratis

Saya dan beberapa teman saya, kami sama-sama baru belajar kopi dan penasaran dengan dunia perkopian yang sedang naik daun ini. Kami datang di hari terakhir, namun lomba para barista sedang berlangsung di tersebut. Hasil berkeliling kami akhirnya mencoba cold brew, bean 100 gram dari brand Juno, dan segelas kopi susu (tuku). Itu juga karena rasa penasaran dari kami ingin mencoba segelas kopi yang pernah kedatangan pak president.

Sumber foto: bacakopi
Sumber foto: bacakopi

Sehabis mencicipi tidak lupa sesekali memperhatikan lomba yang sedang berlangsung. Ramainya dari antusias masyarakat ternyata diluar ekspektasi saya, di akhir pekan ini begitu ramai sampai-sampai kami harus berdesakan untuk keliling menikmati kopi. Namun, ada hal ini yang saya temui di hari itu, saya ditawari seduhan kopi di salah satu stand kopi. Alhasil dari menunggu kopi dibrew tersebut kami saling berbincang membahas kopi dan saling  sharing. Ini membuktikan bahwa kopi di Indonesia sudah menjadi kultur yang cukup kuat.

“Dari Q grader, barista, coffee enthusiast, serta berbagai macam yang berbau kopi kumpul di ICE”

Kami akhirnya saling berbincang dan mencicipi kopi, di event ini dari yang kenal sampai tidak kenal akhirnya saling ngobrol membicarakan kopi. Event ini sukses membawa orang-orang saling bertukar cerita tentang kopi. Belum lagi produk-produk yang diskon. ICE 2018 menambah gairah industri kopi di Indonesia semakin meningkat tiap tahunnya. Sekian laporan singkat bacakopi tentang ICE 2018. Jangan lupa ngopi, dan tetap lestarikan kopi Indonesia, tidak mendukung kedai kopi lokal!

Kedai Kopi Tjikini, Ngopi dengan Suasana Antik

(Sumber Foto: Instagram @ihanifiqbal )

Jakarta sedang sering mendung-mendungnya, cuaca sangat , mendukung untuk minum kopi atau sekedar baca dan menulis. Siang di akhir pekan adalah waktu yang sekiranya tepat. Nah bacakopi kali ini mau membahas salah satu kedai kopi yang enak nih buat meluangkan waktu kalian. Bingung mencari-cari tempat enak, dan tiba-tiba teringat tempat yang saya pernah lewati tapi belum pernah mampir, alhasil akhirnya menuju ke Cikini. Lokasi kedai ini di area Cikini Raya tepatnya No. 17. Nah tempat yang satu ini sangat antik, suasananya cocok yang ingin bernostalgia, namanya Kedai Kopi Tjikini.

Saat tiba di coffee shop nan antik ini memang cukup padat, ada dua pilihan tempat mau yang smoking area atau non. Kesan pertama, adalah aura yang dimiliki si kedai kopi terbilang nyaman (Udah kayak fengshui2 tempat) jadilah cukup betah berlama-lama di sini. Kami pun memilih ruangan smoking area, dan satu lagi adalah Anda tidak usah khawatir akan colokan dan wi-fi.

Langsung kita menuju ke menunya dan memesan, saya memesan single oirigin Aceh Gayo, Tiga serangkai (tediri dari tempe goreng, pisang goreng, dan tahu goreng) serta teman saya memesan iced latte, dan es kopi susu serta roti bakar. Secangkir kopinya pun datang terlebih dahulu. Baru disusul dengan makanannya. Kopinya pas, dibuat dengan ala long black saja serta tiga gorengan yang hadir sangat cocok untuk menemani saya mengerjakan tulisan saat itu. Tidak lupa mencicipi roti bakar dengan ukuran yang cukup besar dan mengenyangkan.

Sumber foto: Bacakopi
Sumber foto: Bacakopi

 

Sumber foto: Bacakopi
Sumber foto: Bacakopi

 

” Diantara tiga serangkai yang tersajikan, pisang gorengnya juara, ukurannya pun mengenyangkan dan bisa menu sharing yang disantap ramai-ramai”

Untuk kopinya pas, entah racikan atau takarannya yang membuat rasa kopinya cocok. Untuk es kopi susunya juga pas serta ice caffe latte yang manisnya pas, lattenya pun seimbang dengan rasa kopi tidak terlalu banyak atau pun sedikit. Kedai kopi Tjikini ini mengingatkan saya akan menikmati kopi di kampung saya (Di Jawa Tengah) dilihat dari beberapa menunya. Untuk perorangnya di sini bisa menghabiskan  Rp. 50.000++ tergantung memesannya. Tapi keseluruhannya tempat ini berkesan, bukan cuma rasa kopinya saja tapi suasananya yang jarang saya temui di ibu kota. Yuk sempatkan ngopi, selamat ngopi dan salam ngopi!