Ngopi di Jam Brunch Ala Nitro Coffee

Setelah sekian lama akhirnya sibacakopi balik lagi, pas sekali rasa-rasanya ingin berbagi salah satu tempat kopi enak, mumpung ada waktu santai.

Sudah tidak asing lagi bahwa daerah Ibu kota merajalela segala macam kedai kopi, terutama Jakarta Selatan, seperti di daerah Kemang, Senopartieh (Senopati), Scbd, Blok M, Cipete , dan sekitarnya. Memang kadang kita sebagai penikmat entah tempat atau pun menunya pasti punya pilihan dan langganannya masing-masing. Kali ini saya mau membahas Coffee shop benama Nitro yang berada di Jl.Ciranjang, Kebayoran baru, Jakarta Selatan.

Berawal dari ingin bertemu teman sembari mengerjakan beberapa tugas di akhir pekan, saya teringat daerah yang memang menyajikan berbagai macam kedai kopi yang enak buat laptopan, terutama di jam-jam brunch. Kebetulan saya diajak oleh warga lokal daerah Mampang dan sekitaran Pasar Santa.

Menurut saya jam-jam terbaik untuk fokus kerja di coffee shop memang jam 9an pagi – jam 12 siang, bukan hanya tenang namun untuk beberapa tempat selalu menyediakan menu sarapan atau brunch yang selalu menarik untuk menjadi teman kerja atau sekedar berbincang. Belum lagi jam-jam segitu pas sekali untuk bersantai sejenak di akhir pekan sehabis berolahraga atau melakukan kegiatan pagi lainnya.  Nitro Coffee ini letaknya sangat stratregis, parkirannya nyaman, dan suasana tempat yang antara minimalis atau semi industrial (ah saya mah kurang paham, tapi yang jelas tempatnya nyaman)

Berawal dari pingin makan sambil ngopi, saya memutuskan untuk memesan segelas hot Americano dan sepaket Nitro’s breakfast plate. Sepaket itu berisikan sepiring sajian roti bakar dan tambahan lainnya tergantung kita milih tambahannya, dari scrambled eggs, sosis, kentang, jamur, pokoknya ada pilihannya dan itu enak semua (Gak boong asli).

“Asli di sini Scrambled Eggs terenak yang pernah saya coba :”) ”

Untuk kocek yang harus dikeluarkan sekitar 30an ribu , atau Rp.100,000,00++ sudah bisa mendapatkan segelas minuman maupun secangkir kopi beserta makanan lainnya

Dailio Coffee , Tempat Ngopi Sambil Bincang Ganteng

“Disuatu malam di Pondok Gede saat saya sedang cukup bingung mau ngopi dimana untuk mengerjakan kerjaan, akhirnya diajak teman untuk mengunjungi kedai kopi baru”


Hai para pembaca si bacakopi, akhirnya awal tahun ini dibuka lagi dengan artikel yang baru. Kali ini bacakopi mau bahas tempat ngopi yang gak jauh (ya lumayan) dari rumahnya di daerah Jakarta Timur (Enggak deng di Pondok Gede) yang tempatnya nyaman untuk berlama-lama ngobrol atau mengerjkan kerjaan, meeting, atau sekedar membaca buku dan menikmati kopi.

Malam di tanggal merah dan sehabis hujan membuat saya harus mengerjakan tulisan atau sekedar ngopi dengan sobat ngopi di luar, biasanya saya dan beberapa sobat ngopi kerap nge-home brewing dengan alat kopi manual seadanya.

Lalu saya dan teman saya menelusuri Jalan Pondok Gede hingga ke arah Jalan Jati Makmur No 5. Di sana terletak coffee shop bernama dailio coffee. Kesan pertama saat masuk ke kedai kopi ini adalah “Enak” dan nyaman, enak karena tempatnya simple dan tidak neko-neko. Ornamen warna putih dan minimalis membuat betah nih untuk ngobrol santai.

Saat order menu yang disediakan di layar tv bagian atas saya tadinya hampir kalap mau memesan ini dan itu, karena harga yang ditawarkan tidak akan membuat kantongmu  bocor. Menunya pun menyediakan kopi signature dan manual brewing sampai es kopi susu. Tidak lupa menu makanannya yang terdiri dari pelbagai macam kue teman ngopi.

“Bagi kalian yang mau ke sini bisa menyediakan kocek 35 ribu atau kalau mau kenyang 40 ribu bisa mendapatkan secangkir kopi dan kue-kue enak yang bisa dipilih”

Saya dan teman saya memesan manual brewing, es kopi susu, dan juga Cinnamon Croissant. Alih-alih ingin ngerjain kerjaan ternyata tidak sengaja berjumpa dengan teman yang ternyata eh ternyata rumahnya dekat dengan kedai kopi tersebut. Memang Coffee Shop yang satu ini lebih nyaman untuk ngobrol-ngobrol lama, itu menurut saya.

Selain menyediakan kopi yang enak dengan porsi yang pas dan rasa yang bikin nagih, di sini juga mempunyai tempat roasting. Menyediakan jasa konsultan kopi, yang mau belajar kopi juga bisa, dan pokoknya satu paket asik bagi para pecinta kopi nih!

Tempat ini buka dari jam 10 pagi dan tutup jam 11 malam saat hari biasa, kalau weekend bisa tutup sampai jam 12 malam. Untuk yang ingin menikmati varian jenis bean, jangan khawatir sudah pasti di sini bisa dipilih. Untuk es kopi susunya rekomend sekali!

Selamat ngopi dan jangan lupa berbagi dan saling bertukar pikiran kalau lagi ngopi, tapi kalau yang mau mengerjakan tugas, selamat bekerja dan nikmati prosesmu seperti menikmati kopinya….

Belajar kopi di Kedai Kopioki

“Belajar kopi lagi, dan gak cuma belajar bikinnya, tapi seluk beluk bisnis dan hal lainnya tentang kopi di sini”

Suatu malam saya diajak teman saya untuk menikmati kedai kopi dekat rumah. Lalu saya ikut saja, temen saya tahu kedai ini dari sebuah komunitas kopi.

Sesampainya di kedai ini, kesan pertama saya adalah suasananya cukup enak. Kedai kopi yang satu ini berdampingan dengan toko vape, cuci sepatu dan tempat cukur rambut. Satu paket bagi kalian yang ingin cuci sepatu, atau doyan nge-vape atau bahkan mau nyukur rambut. Tempatnya sederhana, enak untuk ngobrol-ngobrol dan jenis yang open bar gitu. Saat masuk ke kedai Kopi Oki ini kita disuguhi sebuah pemandangan alat-alat kopi. Beruntunglah bagi kalian pecinta manual brew, ada berbagai macam alat seduh manual di sini. Tidak cuma itu, bagi yang ingin menikmati kopi dingin dan campuran latte di sini juga tersedia.

Saat sedang memesan kopinya pun kami bertemu dengan pemilik kedai, dan ternyata membawa kelebihan tersendiri, karena saya dan sahabat saya yang berkunjung bisa ngopi sambil sharing tentang dunia perkopian. Kami memanggilnya kang Oki, kita pun juga saling cerita dan berbagi informasi tentang kopi. Bisa dibilang menjadi suhu di dunia perkopian, dan bukan cuma itu saja saya dan sahabat saya ini dipersilahkan untuk mengutak-ngatik coffee barnya. Kang oki ini juga punya blog yang membahas tentang dunia kopi nih namanya http://www.baristaindonesiablog.wordpress.com

Photo: @ihanifiqbal

Bagi kalian yang mau belajar kopi bisa langsung ke kedai kopi oki, untuk yang ingin belajar latte bisa diitung pergelas, pun juga yang ingin eskplore dan nyoba bikin kopi dengan metode lainnya. Kalau di kedai ini yang ingin menikmati kopi dengan tambahan cemilan lainnya perorang hanya mengeluarkan kocek 30 ribu. Rata-rata harganya sangat bersahabat dengan dompet, dan tentunya kualitas rasa juga enak!

Kedai kopi yang bersahabat ini juga mempunyai guest bean dari beberapa brand lokal lainnya. Kalian bisa icip sana-sini dan tidak usah ragu untuk sharing, karena kalian berhak tahu kalau menikmati secangkir kopinya itu prosesnya panjang, bermakna pun juga mempunya cerita tersendiri #tsah

Berbagai macam jenis bean coffee juga ditawarkan di kedai sederhana ini, tidak usah khawatir bagi yang tidak suka kopi karena di kedai ini banyak juga menu non coffee. Ada berbagai macam teh, dan menu per-lattean. Belum lagi di sini juga menjual beberapa stock sirup, teh, bubuk-bubuk minuman. Jadi bagi Anda yang punya bisnis cafe atau coffee shop bisa juga memesan tambahan-tambahan yang dibutuhkan buat menu di tempat Anda.

Di kedai kopi yang depannya kerap ada kucing ramah mondar-mandir ini kerap dibuat tempat berdikusi kopi (Diskopi) dadakan. Sembari si barista membuat kopi kita pun bisa mengajak ngobrol, tanya saja tentang apa yang ingin kalian tahu tentang kopi. Kalau ke sini saya diingatkan lagi tentang menikmati dan membuat kopi itu tidak ada yang salah. Cara menikmatinya pun tergantung selera dan suasana. Di kedai kopi ini pun saya mengasah lagi dunia perkopian, mengingat-ngingat lagi apa esensi kopi itu sendiri. Saling bincang dan cerita tentang kopi dari prespektif masing-masing individu. Pokoknya jangan lupa ngopi euy biar melek! Salam seduh dari sibacakopi!

“Belajar kopi dan hulu ke hilir, saling sharing dan tentunya saya jadi ingat bahwa memang membuat kopi itu tidak ada yang salah, toh semuanya balik lagi ke selera dan apa yang ingin dicari” – Sibacakopi (Sok-sokan coffee snob)

Cliq Coffee & Kitchen , Ngopi Santai dan Sajian Menu Makanan Lezat!

CLIQ COFFE & KITCHEN dekat Pasar Santa

Jam pulang kantor tak ubahnya kadang masih ada saja agenda, maka dari itu saya mencari beberapa coffee shop. Beberapa kali melewati daerah jalan Cipaku (dekat apsar santa) saya melihat coffee shop baru, design bangunannya minimalis dengan sentuhan warna pastel dan putih. Singkat cerita, saya ada meeting dengan teman, lalu langsung saja saya kasih lokasi tempat janjiannya.

Tempat ngopi ini namanya CLIQ Coffee & Kitchen. Kesan pertama pas sampai di tempat ngopi ini adalah nyaman untuk berlama-lama. Tempatnya cukup tenang dan cocok untuk meeting atau sekedar mengerjakan kerjaan/laptopan saja. Konsep minimalis, kekinian dan simple, membawa aura yang tenang. Mushola  yang cukup luas dengan sentuhan minimalis serta kamar mandi wangi dan rapih adalah point tambahan bagi tempat ngopi yang berada di depan persis Pasar Santa ini. Menurut saya ngopi di tempat ini cocok untuk jam-jam brunch dan makan siang, atau jam malam setelah pulang kantor.

Saya memesan long black dan cemilan yang menarik, rasa dan tampilanya khas. Makanan untuk cemilan yang saya pesan adalah Crispy Pad Thai Rolls, dan ini enak asli gak boong, menu lainnya yang dipesan adalah cake cokelat. Minuman wajib yang harus dicoba lainnya adalah ice mocca-nya. Untuk menu kopi lainnya di sini juga menyediakan manual brew dan signature coffee yang bisa dipilih saat memesan. Kocek yang harus kamu keluarkan kira-kira 70 ribu atau 100 ribu untuk menikmati kopi dan menu makanan nan lezatnya. 

Tempatnya pun tidak sulit dicari, akses yang mudah untuk yang mempunyai kantor di daerah Jakarta Selatan dan sekitarnya. Satu lagi, bagi yang ingin foto ootd dan berkumpul-kumpul sambil mengambil foto maka bisa menyiapkan diri sekece mungkin, karena tempatnya cukup aestetik!

Prolog dan Topik Sore

ilustrasi
(ilustrasi)

“Melihat adegan sepasang suami istri yang sedang berbincang, nampak istrinya siap-siap pergi dengan mobil, namun terlihat ada air mata dari raut wajahnya yang sambil menidurkan wajahnya di stir mobil. Sang suami mencoba menenangkan, dan menyusul suara bising ramai anak-anaknya yang sedang menangis di kursi belakang mobil.”

 

Entah apa yang terjadi, namun  saya melihatnya sambil meneguk kopi saat hari menjelang gelap. Mungkin ada lelah dari mereka yang menjalankan hubungan dengan sebuah komitmen tersebut.  Adegan tersebut terekam di kepala saya untuk direnungkan, kopi hari itu diteguk dan juga menjadi sebuah renungan yang luar biasa.

Memang memulai hubungan ke jenjang serius bukanlah semata mudah, melandaskan cinta bukan cuma sekedar suka dan saling sayang. Pasti ada porsi untuk saling kerjasama dan mengarungi sesuatu yang tidak selalu mudah, ditambah harus dilewati bersama-sama. Saya salah satu yang agak menunda akan komitmen, jujur saya karena patah hati yang cukup luar biasa sedari beberapa bulan ini (eh curhat bung), mending saya melanjutkan seruputan lagi saja.

Derap langkah laki-laki yang menjauh dari mobil tersebut, wajahnya tersirat lelah tapi ada tabah dalam bentuk yang berbeda. Saya tidak sama sekali terbayang, apa masalahnya, namun ada gambaran bahwa hidup memang banyak pilihan, apa lagi memilih dengan siapa ketika ingin mengarungi bahtera rumah tangga.

“Laki-laki itu menjauh dan melambaikan tangan pada istrinya yang sedang memundurkan mobil dengan tenang”

Mereka pastilah sudah banyak melewatkan kejadian dengan berpegangan tangan, percaya satu sama lain, dan  semua yang menerjang pasti bisa dilewati. Reka adegan sore itu menampar saya, untuk tidak terlalu memikirkan yang terjadi dengan saya, apalagi masalah jodoh. Harus lebih mempersiapkan bekal, jangan main asal berani berkomitmen dengan banyak janji. Semua yang mereka lewati adalah sesuatu yang terikat janji suci, yang sudah terpikirkan matang-matang, pun kalau terjadi tidak sesuai yang diharapkan maka mereka berdua harus lebih kuat dari masalah dan badai yang menimpa.

Melewati bahtera rumah tangga seperti mereka itu adalah perjuangan yang butuh persiapan. Saya menyeruput lagi untuk kesekian kalinya, dan dibuat membayangkan lagi hal-hal yang belum terjadi.

 

Bersambung…..

Kopi Kosan, Ngopi di Pasar Santa Kuy!

Foto: Bacakopi alias @ihanifiqbal

Hai para pembaca bacakopi, kali ini simak pembahasan warung kopi di Pasar, terkadang kalau butuh suasana baru untuk menikmati kopi ya saya keluar dari rumah. Jadi berawal dari iseng hunting ke Pasar Santa. Biasanya cuma mendengar kalau Pasar tersebut mempunyai banyak kedai kopi yang enak, kebanyakan kopi tinggal take away yang sering dipesan orang menggunakan Ojek online. Tujuan utama saya ingin ke Post Santa salah satu toko buku di sana. Seketika haus, dan melihat sebuah kedia kopi tepat di pojokan, tepatnya di lantai 2. Maka mampirlah saya dengan teman, ketika melihat menunya saya langsung tertarik.

“Kedai kopi sederhana, dengan beberapa mesin manual yang siap menyediakan kopi yang ditemani suasana Pasar”

Kunjungan pertama saya yaitu langsung mencoba membeli es kopi susu dengan rasa pisang, dan juga teman saya memesan yang ras taro. Baru pertama mencoba sensasi rasa lucu, pas dan seger, dan yang paling penting rasa kopinya tidak kalah dan hilang. Sempat ngobrol-ngobrol dengan yang punya, singkat cerita dia sharing kalau kopi kosan ini awal mulanya memang berjualan di depan kosannya di daerah Jakarta Selatan, dan berawal dari si empunya yang hobi ngopi.  Lama-kelamaan akhirnya ia memutuskan untuk berjualan  kopi agar bisa menyalurkan hobi dan tetap waras dalam kehidupannya (maklum si owner masih menjadi budak korporat) *yasamaamakita. Akhirnya ia memutuskan untuk pindah dan berjualan di Pasar Santa. Si owner Kopi Kosan pun juga bilang bahwa di tempat ini ada lebih dari 10 kios yang menjual kopi. Salut dengan keberaniannya untuk menjual kopi namun dengan konsep yang tidak neko-neko tapi mempunyai menu andalan yang berkesan.

Sumber: @ihanifiqbal

Lalu kunjungan kedua saya mencoba menu es red velvet espresso, ini rasanya cukup mind blowing sih! Enak dan manisnya pas, rasa kopinya pun masih kuat. Harga tiap gelasnya dibandrol dengan harga 20 ribu saja. Menu andalan yang unik lainnya di Kopi Kosan adalah Kopi es kopi susu awal bulan dan juga es kopi susu cinnamon aren. Siang-siang atau sore selepas kerja menurut saa cocok untuk menikmati racikan kopi dari Kopi Kosan, mungkin akan menjadi langganan saya jika di kantor ada acara atau bahkan sekedar berkunjung ke Pasar Santa danpulangnya mampir makan Sate Padang Ajo Ramon. Jangan lupa ngopi dan tetap sehat dan jalan-jalan, pokoke salam ngopi! (Taglinennya kenapa jadi mirp-miri acara wisata2 kuliner it yak?)

Kumpulan Cerita Pendek dari Bacakopi

Kumpulan Cerita Pendek

 

Hai para pembaca bacakopi! Berharap kabar para pembaca selalu sehat nan baik. Akhirnya saya nulis lagi, tapi kali ini tidak membahas kedai kopi melainkan tulisan yang sedang saya kerjakan. Untuk hasil tulisan yang satu ini sampai-sampai harus menyampingkan tulisan tentang kedai kopi untuk refrensi kalian semua.

Cerita singkat tentang proyek tulisan ini berawal dari 2 tahun lalu, saya sempat mengenal kopi lebih dalam dan semakin penasaran. Lalu disamping itu saya pun juga sedang mengerjakan kumpulan cerpen (cerita pendek) untuk dijadikan sebuah buku online maupun tidak. Lama-kelamaan konsep cerita yang lama sangat garing, lalu sambil mengenal kopi akhirnya tercetus  memadukan kumpulan cerita tersebut dengan unsur secangkir kopi. Maka dari itu, tulisannya saya rombak.  Dengan pembelajaran  dunia perkopian, riset maupun mencoba berkunjung dari kedai kopi ke kedai kopi lain, saya pun mulai mendapatkan feel dari berkembangnya cerita yang saya sedang kerjakan.

Niatan awal memang ingin berbagi cerita, bisa dibilang kisah hidup yang berkesan. Pesan dari ceritanya adalah tentang semua-semua yang berujung pahit belum tentu sesial itu, selalu ada hikmah dan sisi baiknya jika kita melihatnya dari sisi yang berbeda. Terinspirasi dari kopi yang memang pahit lalu ada bumbu filosofi-filosofi dari sebuah arti menikmati perjalanan hidup seperti menikmati kopi.

Judul kumpulan cerita pendek ini adalah ” Ada Cerita Tentang Pahit” bisa disimak di platform storial dengan kategori cerita pendek. Semoga bisa dinikmati ceritanya, dibaca dengan menikmati secangkir kopi, lalu dibacanya dengan tenang di waktu luang.  Selamat membaca, jangan lupa minum ngopi!