Perjalananku dihiasi dengan kisah romansa,

romansa dengan perempuan idaman.

Terikat namun terasa jauh.

Indah dengan damai sampai relung.

Jika salahku menuntut mesra, maka bilanglah tampa ragu.

Ucapan manismu selalu diikuti suara itu,

hati hanya mengingat, pikiran hanya merasa,

sejadinya terbalik seperti itu karena cinta.

Terasa senang bisa melihatmu tersenyum,

tampa harus mendengar suara, hanya dalam pesan.

Imaji melambung tinggi,

tinggi tampa sadar bahwa hati yang mendamba bisa retak kapan saja.

Rindu dalam doa,

pengharapan terdalam digulung dan ditutup rapih.

Sekarang adalah waktu aku bisa bahagia,

bahagia mendengar ia dengan lelaki yang lebih baik dalam segi apapun.

Sudah mendung tapi tak kunjung hujan,

apa asa yang tertinggal masih ada?

Hanya sajak klise yang saya buat berdasarkan langit yang mendung, yang saya rasa bukan gundah yang membekas, apa lagi harus memikirkan sosok wanitanya. Hanya ingin menyampaikan apa yang disampaikan, tampa perlu wanita itu tau. Memuisikan sebuah alunan musik dari Gardika Gigih Pradipta yang berjudul “Sudah dua hari ini mendung,”  ini ide yang terbesit dari buah pikiran dalam relung. Alunan yang ia buat serasa benar-benar tulus, senang bisa membuat hal ini, bukan maksud hati merusak sebuah karya orang lain namun saya hanya penasaran dan ingin mencoba bila sebuah musik bisa di-translate menjadi sebuah aksara.  Banyak bertele-tele dirasa saya egois, tapi maaf, saya hanya ingin berkarya karena ingin berkarya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s