Suatu malam dengan bulan benderang

hilanglah beberapa kesenangan

terenggut sudah disudut senang

berlari-lari tanpa ada ketenangan

Kepala diisi dengan cerita-cerita malam

larutnya membuat mimpi semakin lelah,

bahasa dan visual porno menghiasi kelam.

Terulang dan tak ada salah.

Teror penyayatan berujung korban,

terornya tersebar dibeberapa sudut kota

alih-alih mencari incaran dengan salah makan

terbungkam ada menahan kata

Resah dengan gumaman mereka

jantung terasa menyerah

didengar dan ditelan semua isapan belaka

bukan dengan amarah.

Melankolis dan apatis

nikmati gundahnya hingga letih.

Mata terlihat akan sinis

 sinis terbebani dan tertindih

 Sajak dengan buah pikiran dari banyaknya informasi-informasi yang dijejali nan membuat resah kota-kota besar. Banyak unsur-unsur intrinsik dalam sebuah hitamnya kota dan kehidupan baru-baru ini. Adanya resah dan gelisah hanya terbendung dalam pikiran, hati hanya menafsir dan bekerjasama dengan otak, menyampaikan yang sudah ada dan sudah terjadi. Bersajak dan bersajak, menyuarakan dan menghilangkan gelisah dalam sisi gelapnya saya, sisi gelapnya saya yang masih terpendam.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s