Kisah dari seorang lelaki di Selatan Pulau Jawa

lelaki yang mengingat hatinya terpaut jauh terbawa,

dan dilanda rindu yang menggebu,

dan melagu teringat akan nyatanya.

Sia-sia saja dalam merenung,

renungannya selalu membalik,

balik akan rindu yang berpulang,

berpulang tanpa kawan.

Mencintanya tak akan terjadi

mengingat adanya jeda dan gengsi,

terpisah oleh nyata dan tawa,

lalu terpisah juga oleh dekat dan harapan.

Rasa-rasanya hukum dekat tak berlaku,

ia memilih menyimpan,

dan terjatuh di palung yang membiru,

sudah terjatuh tersimpan pula di peti.

Petinya akan terbuka bila kisahnya nyata

Bukan berlebih dalam diam,

jarak hanya penghias,

namun yang tersurat adalah jawabannya nanti.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s