Surat dan Catatan Kecil (Pergi)

  Tepat dimana ada hari, hari yang membawa kabar baik diawal doanya. Aku memang membawa sekumpulan kertas serta guratan dan tulisan hasil pembelajaran selama tiga tahun ini. Usainya membawa selebaran serta tumpukan kertas, sesampainya untuk berhenti akan memberi pesan, ternyata hujan dan langit gelap berbicara. Ada pesan sendu datang, pembicaraan dan tangisan sempat terdengar di telepon saat sanak sodara menelponku untuk menyampaikan kabar itu. Akhirnya yang dirasa yang sudah terbayang datang juga, waktu tak terasa sampai hari itu terjadi juga. Sepulangnya dengan pesawat di pesawat pun tidak bisa terbayang jika sesampainya di rumah ada bendera kuning pertanda bahwa ada yang telah pergi.

 Sepulangnya memang aku sudah tidak bisa membawa tangis, karena memang bukan saatnya untuk membawanya. Hingga esok paginya menjelang ternyata masih terbangun dengan sesuatu hal yang sulit diterima, namun saat siang menjelang, sirene bersuara, keranda pun turut diangkat, lalu tanah-tanah merah menyadarkan sesaat menyentuh telapak kaki, liang lahat terbuka, aku pun turut memberi adzan kepada yang telah pergi untuk selamanya, dan dirasa cukup menyadarkanku. Bahwa semua telah terjadi dengan segala kehendaknya, takdir menjelang dan membuka jalan ayahku menuju tuhan. Aku rasa ayah pun sudah hangat dengan perginya, sudah damai dengan segala kedamaian yang ada.

  Bahwa yang telah pergi selamanya adalah hanya perpindahan, perpindahan ke kehidupanm nan kekal abadi di alamnya. Doa dan harapan saat 5 waktu shalat pun terlaksana, terlaksana dengan wujud kebaikan yang terbang hingga kau tangkap dan didengar doa-doanya. Selamat jalan, doa ini untuk ayah yang telah menemukan tempat terbaik di sisinya.

                6 Juni, 2016.

Review Buku: Tidak Ada New York Hari Ini

 

Tidak ada New York Hari Ini

Beberapa deret kata-kata yang menjadi puisi beberapa tahun ini selalu menjadi kudapan saya.Maka dari itu, kali ini mau mencoba membahas buku kumpulan puisi oleh M Ann Mansyur. Salah satu penulis ini mampu menghadirkan sebuah kumpulan puisi dengan visual yang tentunya mempunyai arti tertentu. Kumpulan puisi kali ini berjudul ” Tidak ada New York hari ini” yang salahs atu puisinya juga disandingkan dengan paket film yang berjudul Ada apa dengan CInta 2 yang memang telah ditunggu-tunggu oleh banyak penggemar film Drama atau romantic movies. 

Buku kumpulan puisi kali ini sangat berbeda dari buku-buku Ann sebelumnya, karena ada kolaborasi dengan Mo Riza yaitu salah satu fotografer profesional. Menampilkan sebuah visual khas kota New York dengan kata-kata yang disusun dan menjadi sastra modern sangatalah memanjakan beberapa indra ini kalau dibacanya seksama dari hati. Tidak heran jika buku ini cukup banyak dicari dan habis dalam kurun waktu yang cepat. Berikut salah satu sajak favorit dalam buku ini:

Pertanyaan Tentang Rindu

Untuk menghibur diri,

aku sering berjalan sendiri menyusuri malam

dengan kedua tangan selalu di saku celana.

Kubayangkan kau bertanya. Apakah kau takut kehilangan atau sedang mencari sesuatu?

Kelak datang satu pagi membawa jawaban kepadamu.

Ketika mandi, kau tiba-tiba menyadari

sungguh sudah lama jari-jariku tidak menyentuh tubuhmu.

 Kata-kata bersusunan disajikan dengan berbeda, menyentuh dan saya yang membacanya bisa dibawa ke suatu suasana, seolah suasananya didukung dengan adanya visualnya. Bisa dibilang membaca puisi maupun sajak seperti membaca yang telah terjadi, sekiranya melihat dari sisi saya sebagai pembaca.  Buat yang belum baca bukunya, beli dan baca kumpulan puisi ini, jangan bawa perasaan lama saat membacanya ya….