Hati sempat buta, buta karena sombong,

terjerembab dalam sisi musuh.

Terjadi akibat dengan mata, matanya seakan berhenti.

Jadilah aku melihat dengan samar-samar.

Duka melepuh menjadi dosa.

Terkadang ingat iman dan tidak.

Ibarat sekujur tubuh diperitahkan Tuhan untuk istirahat.

Mata benar-benar meneteskan air mata sampai tidur.

Sebab terjadi mungkin karena sempat lupa.

Sempat lupa akan rasanya sedih, karena sempat mati sisi hati.

Jadi lupa iman, jadi dihukum diri dengan gambaran.

gambaran akan kematian.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s