Kemarin aku mencoba berjalan santai, setapaku ini melewati tempat-tempat yang mempunyai cerita. Cerita yang memang tidak bisa dilupakan selama aku menuntut ilmu di Kota pelajar yang sangat istimewa ini. Hanya bisa tersenyum haru sambil menggumam kepada hati. Jadi terpikir membuat beberapa sajak mungkin seperti ini;

Kemarin terpikir dari sebuah buku lama,

buku berisi catatan.

Dibuka bukunya sambil berjalan,

berjalan dengan tersenyum haru.

Kota pelajar di daerah istimewa ini selalu punya cerita.

Setiap melangkah ke kota lain,

dirasa selalu rindu untuk pulang,

pulang ke Kota ini.

Lagu Sheila On 7 berjudul sebuah kisah klasik,

selalu terdengar jika mengingat setiap ceritanya.

Memori demi memori terkenang syahdu.

Syahdunya memikat hati.

Ada hari dimana aku mengucapkan selamat tinggal,

sampai nanti, berharap kita akan bertemu lagi.

Bertemu kembali  dengan suasana yang baru,

certia tentang kalian, dan Yogyakarta.

Sajak ini sangat sederhana, teruntuk kalian yang mengisi cerita-certia saya di Yogyakarta, untuk keluarga, sahabat, guru-guru, alamnya, penjaga angkringan, abdi dalem Keraton yang saya ajak berbinjang waktu itu, dan banyak lagi… oh iya untuk satu lagi, untuk mantan kekasih mungkin….

Yogyakarta, 24 Agustus, 2016

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s