Membaca buku baru,
buku yang dibeli dengan lepas pikirannya.
Membacanya isyaratkan kenangan
dengan abu-abu nan melekat.

Bukan resah, bukan juga ragu.
Hanya mencari dengan seksama.
Ibarat burung pemakan bangkai
yang sedang mencari sisa-sisa kematian.

Hilang yang didamba,
suara bergerumu menginjak kesendirian.
Tak ada arti dengan berandai,
bermimpi pun terasa lelah.

Telepon berdering dengan kerasnya
menandakan yang tak disangkat memberi kabar.
Bertanyalah seorang pengantar,
bertanya dengan lantang.

“Apa masih ada cahaya bernaung di sana?”

Bekasi, 20 September 2016

Advertisements

2 thoughts on “Penerima Telpon

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s