Foto Unta & Pengembara
Foto Unta & Pengembara

Beberapa hari ini aku menghabiskan waktu dengan membaca buku yang berjudul “Negeri Senja” karangan salah satu sastrawan favoritku yaitu Seno Gumira Ajidarma. Ditemani secangkir kopi di sore hari, aku cukup khidmat membacanya. Ceritanya cukup menarik, sampai pertengahan aku kerap mengembalikan buku ke lemari, yang tampa sadar ada foto yang terpampang. Foto tersebut mengingatkan aku akan buku yang ku baca sekarang, karena menggambarkan potret gambaran seperti apa negeri senja itu.

“Ada di atas lemari buku, foto unta dan pengembara di bukit pasir. Barang ini merupakan peninggalan almarhum bapak, seingatku ia membawa foto itu sepulangnya dari Tanah Arab”

Terdapat tanda tangan di bagian depan bingkainya, dan di bagian belakang ada selembaran kertas yang berisikan profil sang fotografernya. Ia mempunyai nama Greeg Sedgwick, tertulis seperti itu. Maka aku mencoba untuk menggali lebih banyak informasi sang fotografer tersebut, dilihat dari beberapa karyanya, ia memang kerap mengambil gambar tentang dataran Timur tengah. Dari situ, aku memupuk keinginan untuk mengunjungi dataran tersebut, yang katanya paling panas di Bumi, yang juga menjadi sebuah tempat dimana para wali sedari dulu banyak yang lahir dan diperintahkan membawa pesan.

Kalau di buku yang sedang ku baca sekarang, tertulis ada Negeri Senja di dataran Timur sana. Membayangkan cerita-cerita para musafir, bahwa di Negeri itu matahari tidak pernah terbenam. Katanya, sang matahari tersangkut di Negeri yang tidak pernah ada di peta dunia ini. Hanya terlihat seperti kumpulan benteng-benteng bekas perang zaman dahulu, dan samar-samar terlihat karena kerap badai pasir selalu datang. Aku pikir ini adalah cerita yang brilian, entah dibagian mananya sang Negeri itu berada, namun kalau pun ada, maka aku berdoa, semoga bisa mendatangi tempat itu, menjadi musafir. Musafir yang ingin menghilangkan segala duka dan kesedihan yang membusuk, kasian hati ini, terikat dengan kecemasan yang berlebih. Maka suatu hari, aku akan membuang kesedihan di sana, entah dimana saja, yang jelas di sebuah tempat di belahan dunia yang lain.  Serta, aku ingin menapaki segala bentuk kisah-kisah Nabi, yang semasa kecil cuma bisa ku baca di buku-buku.

Atau mungkin, Negeri ini adalah sebuah kiasan, kiasan akan  tempat bersinggahnya pengembara yang mencari harapan, dan tentu melupakan kesedihan. Tapi setidaknya, dataran Timur Tengah benar adanya, dan memang banyak berbagai kisah telah diceritakan kepada banyak manusia. Sesekali aku ingin bertandang ke dataran nan jauh sana, dan memotret banyak hal, lalu memberitahukan pada dunia, bahwa matahari bisa jadi hal yang luar biasa di sana.

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s