“Kalau pulang nanti jangan lupa beli kopi di warung pojok”

“Udah shalat duha belum? kalau bisa setiap hari disempetin”

“Jangan sering-sering begadang makanya”

  Kata-kata itu yang selalu terdengar beberapa bulan ini selepas saya menetap di Jakarta. Untuk tahun 2016 ini saya sengaja memilih untuk belum merantau lagi, ingin sesekali merantau dan mencari tempat baru tapi apa daya sejak bapak meninggal saya rasa ibu butuh anak laki-lakinya ini untuk menetap bersamanya. Maka saya kurung niatan untuk berpindah-pindah lagi.

 Beruntungya tahun ini ada saja hikmah, Tuhan menyuruh saya untuk tidak sibuk dengan banyak hal dan membantu ibu sepertinya. Maka saya syukuri saja hal ini. Sosok perempuan ini kerap lelah dengan banyak pekerjaan rumah dan mungkin untuk takdir sekarang yang menyapa. Cerita terus belanjut, sang ibu masih diberi senyum, walau duka yang ada cukup membekas, saya tahu ini mungkin dari setiap ia sembayang dini hari, atau sebelum subuh.

 Dari kecil saya sudah menyukai secangkir kopi, itu juga karena ibu. Ia selalu menikmati kopi untuk memulai hari. Mungkin bakat saya untuk menjadi pecinta kopi juga turun dari sosok ibu. Ia selalu senang jika teman minum kopinya adalah roti atau sejenisnya.

 “Waktu sangat cepat berjalan, tidak terasa ibu yang dulu merawat saya kini butuh sapaan selalu. Memberi kabar jikalau saya pulang malam, menelpon jika memang harus berhari-hari jauh dengannya, dan banyak hal sederhana lainnya yang harus diperhatikan.”

Tepat tadi malam saya berbincang dengan salah satu teman, setidaknya ia mengingatkan saya akan jangan lupa mengajak ibumu berbincang, mumpung masih satu rumah. Benar adanya, karena kalau sudah jauh rindu pun kadang tak sanggup dibendung. Lalu tepat hari ini ternyata hari ibu, jujur saya agak lupa. Karena bagi saya lebih baiknnya setiap hari adalah hari ibu. Entah mungkin isi kolom yang satu ini tidaklah sejelas lamaran, apa lagi lamaran seorang pria kepada perempuan #okeskip. Namun saya hanya ingin berterimakasih untuk ibu saya. Dan catatan ini hanya untuk pengingat saya bahwa apa-apa saja yang dibilang ibu setidaknya bisa diingat. Karena kalau nanti benar-benar sibuk, setidaknya da saja catatan di blog saya yang membuat saya harus menelpon ibu kalau sedang jauh.

 Selamat hari ibumu dan semoga ibumu dan ibuku bisa menajdi besan #lah

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s