(Sumber foto layar.id)

“Setiap hal yang punya rasa, selalu punya nyawa”

 

Kata-kata ini yang terngiang dari film bagian 2 dari sekuel Filosofi Kopi. Benar adanya bahwa setiap yang punya rasa adalah dari yang punya nyawa, adalah yang bukan sia-sia, dan membuat kita yang melihat sebuah kopi bukan cuma minuman yang diminum, tapi dinikmati. Sama seperti memaknai kehidupan yang kita rasakan.

Balik ke pembahasan Film Filosofi Kopi, bagi saya menonton film Filosofi kopi 1 dan ke 2 seperti melihat proses atau perjalanan biji kopi yang ditanam lalu hingga ke secangkirnya untuk dinikmati. Selalu ada proses yang khidmat dalam ceritanya. Perubahan demi perubahan bisa dilihat, tokoh Ben & Jody semakin tumbuh dengan hasil pencarian yang mereka temukan. Tidak usah diragukan lagi chemistry dua sahabat ini sangat luar biasa, sangat mumpuni ketika generasi yang akan datang mengetahui dua tokoh sahabat ini sebagai legenda dunia perkopian serta perfilman. Konflik yang hadir dalam cerita mampu membawa naik turun hati saya sebagai penonton.  Ditambah music scoring yang hadir mampu menawarkan sensasi yang apik dalam menikmati sebuah film. Menurut saya di awal bagian film memang akan terasa seperti cerita berjalan begitu adanya, tanpa ada bumbu-bumbu tambahan, sampai tiba dibagian tengah sampai akhir adalah bagian yang tidak diduga-duga dan membuat saya sangat terbawa atau bisa dibilang greget sendiri. Tokoh baru seperti Tara yang diperankan ole Luna Maya dan Brie yang diperankan oleh Nadine Alexandra dapat membawa pemanis dan menambah sebuah kejutan (Tadinya pingin spoiler, tapi kasian yang belum nonton mending nonton dah buran mumpung masih ada, atau di daerahnya tidak difilmkan nih satu film bisa langsung ke instagram @filkopmovie Ben&Jody, karena nanti akan ada buka layar buat nonton rame2 #KopiinIndonesia) .

Salut juga sama film filosofi kopi, mereka menerjemahkan sebuah kopi bukan sekedar di coffee shop yaitu  ditangan barista, namun lebih dari itu. Kopi yang nikmat dan mempunyai filosofi adalah yang berawal dari kebun, dijaga lalu dirawat seperti merawat anak sendiri. Di film yang ke 2 ini juga lebih menunjukan Indonesia yang kaya akan sejarah dunia perkopian. Selalu ada hal yang bisa dipelajari dan dilihat sisi baiknya di film ini. Belum lagi soundtrack film ini selalu selaras dan sejiwa, sangat pas dan epic!

“Sangat berterimakasih kepada sutradara Angga Sasongko karena telah membawa Filosofi Kopi lebih dari sekedar Kopi”

Dari film ini saya juga melihat beberapa sisi lain tempat ngopi, bahwa kopi enak memang berawal dari sebuah kesederhanaan, tak selalu yang ada di coffee shop yang mewah. Saya juga banyak belajar dari film yang satu ini. Belajar tentang persahabatan, kekompakan dan kerja dengan hati, cinta yang diperjuangkan, serta meredam ego dalam sebuah kelompok. Tidak cukup nonton 1 kali!

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s