Kopi Kalyan, Cold Brew, Beserta Nyamannya Ngopi Bareng

Sumber foto: @ihanifiqbal
Sumber foto: @ihanifiqbal

Saatnya menjalankan aktivitas, kegiatan beragam untuk mengisi hari sepertinya diakhiri dengan secangkir kopi yang enak. Hari itu saya harus meeting, lalu dilanjutkan bertemu teman lagi untuk sekedar sesi cerita. Maka, saya mulai mencari tempat ngopi di daerah Jakarta Selatan. Setelah iseng mencari di Instagram saya tertarik dengan salah satu menu kopi tepatnya Cold Brew di Kopi Kalyan. Langsung saja saya menuju ke daerah Jl. Cikajang Petogogan Jakarta Selatan.

Sesampainya di lokasi yang cukup ramai ini, saya mencari sudut tempat yang asik untuk berbincang . Menurut saya tempatnya nyaman, tidak usah diragukan lagi, jenis coffee shop nan kekinian namun dengan sentuhan minimalis. Cukup betah untuk menikmati kopi sambil berbincang santai. Tempat duduk pun bisa bebas memilih, mau sofa atau meja khusus untuk meletakkan laptop. Bagian smoking areanya juga nyaman untuk yang ingin mengobrol sambil menghabiskan rokok.

Sebenarnya saya mengunjungi tempat ini dua kali, yang pertama saya kehabisan menu yang membuat saya penasaran yaitu cold brew-nya. Jadilah saya memesan segelas long black, saat tiba segelasnya sudah ditemani dengan sepotong kue nan lembut. Sangat cocok jika dipadukan keduanya, yang satu manis dan segelas kopinya pahitnya pas. Setelah itu memesan menu cemilannya chips, potongan kentang goreng yang dipadu dengan bumbu- bumbu entah apa tapi saya sangat cocok dengan rasanya.

Nah! Pas sekali saat saya berkunjung untuk kedua kalinya, akhirnya dapat juga stock cold brew dengan packaging yang menarik hati. Tersedia dua jenis, yang satu latte yang satu hitam pekat. Suasana nan panas kala itu sangat cocok menikmati minuman kopi yang dingin. Saya memesan yang tidak paka susu, karena saya suka dengan pure rasa kopi yang pahit, cold brew dari Kalyan ini rekomendasi banget. Tapi bagi yang tidak begitu suka minuman kopi bisa memesan cold brew latte-nya, karena rasanya lebih cenderung ke lattenya dibandingkan kopinya. Segelasnya cuma 35 ribu, dan uniknya kedai kopi yang satu ini punya campaign menarik, jika kamu menukarkan beberapa kaleng cold brew Kopi Kalyan, kamu akan mendapatkan cold brew gratis.

 

 

Sumber Foto: @ihanifiqbal
Sumber Foto: @ihanifiqbal
Sumber Foto: @ihanifiqbal
Sumber Foto: @ihanifiqbal

Untuk tiap orangnya jika ingin mengopi dan makan di sini siapkan kocek sebesar 100 ribu. Sudah kenyang dan bisa menghasilkan obrolan dan kerjaan pun selesai. Salah satu yang rekomendasi sekali untuk anak Jakarta, apa lagi yang pingin reuni dan ngobrol bareng temen lama. Berikut artikel  singkat dari Bacakopi. Jikalau bisa nikmatilah kopimu dengan obrolan yang bisa membuat penat hilang, ajak teman lamamu untuk sekedar berbincang dan bertukar pikiran. Jangan lupa ngopi!

 

Advertisements

Impian Sebelum Menginjak Umur 40 Tahun di Renungan Secangkirnya

Foto: Dokumen Pribadi Untuk Keperluan Blog Bacakopi
Foto: Dokumen Pribadi Untuk Keperluan Blog Bacakopi

“Saat sedang menikmati cangkir kopi di sebuah kedai, saya terpikir tentang masa dimana saya  akan menjalakan kehidupan beberapa tahun ke depan. Seruputan secangkir saat sore membuat merenung.”

Continue reading “Impian Sebelum Menginjak Umur 40 Tahun di Renungan Secangkirnya”

Bacakopi ke ICE (Indonesia Coffee Event) 2018 Sembari Melihat Industri Kopi Indonesia

Sumber foto IBC Kuningan city (Sibacakopi)
Sumber foto ICE Kuningan city (Sibacakopi)

 

Beberapa hari kemarin akhirnya Bacakopi mengunjungi ICE (Indonesia Coffee Events) 2018 beserta Coffee Village di Kuningan City. Acara tersebut memang salah satu gerbang besar menuju dunia perkopian di Indonesia. Tentu hal ini juga bisa membuka peluang besar bagi para barista untuk ke level Internasional. Begitu juga dengan penikmat kopi, yang baru belajar atau yang sudah pro.

Sementara itu, di event ini sangat ramai para pecinta kopi yang sedang berburu kopi. Tidak lupa coffee shop lokal dan para produsen bahan-bahan pelengkap coffee shop bermunculan menawarkan produknya. Banyak Kedai Kopi lokal yang menawarkan inovasi dan keunggulan dari rasa yang dibuat. Sudah tidak diragukan lagi bahwa Kopi yang unggul di Indonesia memang memberikan banyak rasa, tergantung bagaimana masing-masing  kedai mengolahnya.

Sumber foto (bacakopi): Ngopi gratis
Sumber foto (bacakopi): Ngopi gratis

Saya dan beberapa teman saya, kami sama-sama baru belajar kopi dan penasaran dengan dunia perkopian yang sedang naik daun ini. Kami datang di hari terakhir, namun lomba para barista sedang berlangsung di tersebut. Hasil berkeliling kami akhirnya mencoba cold brew, bean 100 gram dari brand Juno, dan segelas kopi susu (tuku). Itu juga karena rasa penasaran dari kami ingin mencoba segelas kopi yang pernah kedatangan pak president.

Sumber foto: bacakopi
Sumber foto: bacakopi

Sehabis mencicipi tidak lupa sesekali memperhatikan lomba yang sedang berlangsung. Ramainya dari antusias masyarakat ternyata diluar ekspektasi saya, di akhir pekan ini begitu ramai sampai-sampai kami harus berdesakan untuk keliling menikmati kopi. Namun, ada hal ini yang saya temui di hari itu, saya ditawari seduhan kopi di salah satu stand kopi. Alhasil dari menunggu kopi dibrew tersebut kami saling berbincang membahas kopi dan saling  sharing. Ini membuktikan bahwa kopi di Indonesia sudah menjadi kultur yang cukup kuat.

“Dari Q grader, barista, coffee enthusiast, serta berbagai macam yang berbau kopi kumpul di ICE”

Kami akhirnya saling berbincang dan mencicipi kopi, di event ini dari yang kenal sampai tidak kenal akhirnya saling ngobrol membicarakan kopi. Event ini sukses membawa orang-orang saling bertukar cerita tentang kopi. Belum lagi produk-produk yang diskon. ICE 2018 menambah gairah industri kopi di Indonesia semakin meningkat tiap tahunnya. Sekian laporan singkat bacakopi tentang ICE 2018. Jangan lupa ngopi, dan tetap lestarikan kopi Indonesia, tidak mendukung kedai kopi lokal!

Kedai Kopi Tjikini, Ngopi dengan Suasana Antik

(Sumber Foto: Instagram @ihanifiqbal )

Jakarta sedang sering mendung-mendungnya, cuaca sangat , mendukung untuk minum kopi atau sekedar baca dan menulis. Siang di akhir pekan adalah waktu yang sekiranya tepat. Nah bacakopi kali ini mau membahas salah satu kedai kopi yang enak nih buat meluangkan waktu kalian. Bingung mencari-cari tempat enak, dan tiba-tiba teringat tempat yang saya pernah lewati tapi belum pernah mampir, alhasil akhirnya menuju ke Cikini. Lokasi kedai ini di area Cikini Raya tepatnya No. 17. Nah tempat yang satu ini sangat antik, suasananya cocok yang ingin bernostalgia, namanya Kedai Kopi Tjikini.

Saat tiba di coffee shop nan antik ini memang cukup padat, ada dua pilihan tempat mau yang smoking area atau non. Kesan pertama, adalah aura yang dimiliki si kedai kopi terbilang nyaman (Udah kayak fengshui2 tempat) jadilah cukup betah berlama-lama di sini. Kami pun memilih ruangan smoking area, dan satu lagi adalah Anda tidak usah khawatir akan colokan dan wi-fi.

Langsung kita menuju ke menunya dan memesan, saya memesan single oirigin Aceh Gayo, Tiga serangkai (tediri dari tempe goreng, pisang goreng, dan tahu goreng) serta teman saya memesan iced latte, dan es kopi susu serta roti bakar. Secangkir kopinya pun datang terlebih dahulu. Baru disusul dengan makanannya. Kopinya pas, dibuat dengan ala long black saja serta tiga gorengan yang hadir sangat cocok untuk menemani saya mengerjakan tulisan saat itu. Tidak lupa mencicipi roti bakar dengan ukuran yang cukup besar dan mengenyangkan.

Sumber foto: Bacakopi
Sumber foto: Bacakopi

 

Sumber foto: Bacakopi
Sumber foto: Bacakopi

 

” Diantara tiga serangkai yang tersajikan, pisang gorengnya juara, ukurannya pun mengenyangkan dan bisa menu sharing yang disantap ramai-ramai”

Untuk kopinya pas, entah racikan atau takarannya yang membuat rasa kopinya cocok. Untuk es kopi susunya juga pas serta ice caffe latte yang manisnya pas, lattenya pun seimbang dengan rasa kopi tidak terlalu banyak atau pun sedikit. Kedai kopi Tjikini ini mengingatkan saya akan menikmati kopi di kampung saya (Di Jawa Tengah) dilihat dari beberapa menunya. Untuk perorangnya di sini bisa menghabiskan  Rp. 50.000++ tergantung memesannya. Tapi keseluruhannya tempat ini berkesan, bukan cuma rasa kopinya saja tapi suasananya yang jarang saya temui di ibu kota. Yuk sempatkan ngopi, selamat ngopi dan salam ngopi!

 

Cyclo Coffee & Apparel, Coffee Shop Urban Unik nan Enak!

Sumber Foto Instagram: @ihanifiqbal
Sumber Foto Instagram: @ihanifiqbal

Selamat menjalankan hari di tahun yang baru, begitulah adanya semoga para pembaca mendapatkan kebaikan lebih di tahun 2018 ini. Dan kali ini bacakopi membahas coffee shop yang unik, yaitu Cyclo Coffee & Apparel di SCBD. Sudah lama saya melihat pembahasan coffee shop yang satu ini, namun karena baru-baru ini salah satu teman saya bergabung dengan komunitas sepeda maka saya mengajaknya sekalian. Sekedar ingin melihat suasana yang menonjolkan sepeda. Niatan awal saat itu ingin berbincang-bincanf sepulang saya dari kantor.

Sumber Foto: Bacakopi
Sumber Foto: Bacakopi

Konsep unik dan sangat menjual ini bisa dibilang tidak asing.  Di eropa, terutama di Prancis pun juga ada yang seperti ini, mengingat pengguna sepeda di sana cukup banyak. Saat masuk ke dalam coffee shop, saya merasakan suasana nyaman. Saat sehabis jam makan siang, banyak juga yang sedang ngopi sambil sekedar mengobrol atau meeting kerjaan. Saya memesan secangkir long black dan menu makanan andalan di sana salah satunya martabak linting. Sementara teman saya memesan V60, dan coffee latte beserta cheese cake.

Sumber foto: Bacakopi
Sumber foto: Bacakopi

 

“Martabak lintingnya nagih, cheese cakenya enak tidak terlalu bikin enegh, dan yang jelas kopinya pas sekali!”

Di luar ekspektasi, pesanan kami semuanya enak. Dan harganya juga cukup terjangkau, dengan satu minuman serta makanan khas yang bisa dipilih peorang bisa menyiapkan budget Rp. 50.000++. Tapi dengan harga segitu, rasa yang ditawarkan membuat waktu mengopi sangat terbayar. Lokasi yang cukup strategis membuat coffee shop yang satu ini terbilang ramai di jam-jam tertentu. Buat yang hobi sepedaan, apa lagi suka sekali dengan kegiatan CFD wajib mampir ke Cyclo Coffee sedari kegiatan tersebut usai. Buka dari jam 7 pagi hingga jam 10 malam. Belum lagi coffee shop yang satu ini cukup terkenal di kalangan orang yang hobi bersepeda. Bukan hanya menjadi tempat singgah bagi mereka yang ingin melepas penat saat bersepeda, namun juga untuk yang ingin membeli perlengkapan sepeda di sini juga menjualnya.

“Tampaknya coffee shop ini akan menjadi langganan saya untuk meeting atau sekedar mampir sepulang kerja di sore hari.”

Sumber foto: Bacakopi
Sumber foto: Bacakopi

Jika Anda sedang bingung mencari coffee shop di Jakarta Selatan terutama di daerah SCBD, maka tidak ada salahnya langsung mampir ke Cyclo Coffee. Berikut review singkat dari bacakopi, jangan lupa ngopi dan mengawali tahun yang baru dengan sebuah semangat.