Cyclo Coffee & Apparel, Coffee Shop Urban Unik nan Enak!

Sumber Foto Instagram: @ihanifiqbal
Sumber Foto Instagram: @ihanifiqbal

Selamat menjalankan hari di tahun yang baru, begitulah adanya semoga para pembaca mendapatkan kebaikan lebih di tahun 2018 ini. Dan kali ini bacakopi membahas coffee shop yang unik, yaitu Cyclo Coffee & Apparel di SCBD. Sudah lama saya melihat pembahasan coffee shop yang satu ini, namun karena baru-baru ini salah satu teman saya bergabung dengan komunitas sepeda maka saya mengajaknya sekalian. Sekedar ingin melihat suasana yang menonjolkan sepeda. Niatan awal saat itu ingin berbincang-bincanf sepulang saya dari kantor.

Sumber Foto: Bacakopi
Sumber Foto: Bacakopi

Konsep unik dan sangat menjual ini bisa dibilang tidak asing.  Di eropa, terutama di Prancis pun juga ada yang seperti ini, mengingat pengguna sepeda di sana cukup banyak. Saat masuk ke dalam coffee shop, saya merasakan suasana nyaman. Saat sehabis jam makan siang, banyak juga yang sedang ngopi sambil sekedar mengobrol atau meeting kerjaan. Saya memesan secangkir long black dan menu makanan andalan di sana salah satunya martabak linting. Sementara teman saya memesan V60, dan coffee latte beserta cheese cake.

Sumber foto: Bacakopi
Sumber foto: Bacakopi

 

“Martabak lintingnya nagih, cheese cakenya enak tidak terlalu bikin enegh, dan yang jelas kopinya pas sekali!”

Di luar ekspektasi, pesanan kami semuanya enak. Dan harganya juga cukup terjangkau, dengan satu minuman serta makanan khas yang bisa dipilih peorang bisa menyiapkan budget Rp. 50.000++. Tapi dengan harga segitu, rasa yang ditawarkan membuat waktu mengopi sangat terbayar. Lokasi yang cukup strategis membuat coffee shop yang satu ini terbilang ramai di jam-jam tertentu. Buat yang hobi sepedaan, apa lagi suka sekali dengan kegiatan CFD wajib mampir ke Cyclo Coffee sedari kegiatan tersebut usai. Buka dari jam 7 pagi hingga jam 10 malam. Belum lagi coffee shop yang satu ini cukup terkenal di kalangan orang yang hobi bersepeda. Bukan hanya menjadi tempat singgah bagi mereka yang ingin melepas penat saat bersepeda, namun juga untuk yang ingin membeli perlengkapan sepeda di sini juga menjualnya.

“Tampaknya coffee shop ini akan menjadi langganan saya untuk meeting atau sekedar mampir sepulang kerja di sore hari.”

Sumber foto: Bacakopi
Sumber foto: Bacakopi

Jika Anda sedang bingung mencari coffee shop di Jakarta Selatan terutama di daerah SCBD, maka tidak ada salahnya langsung mampir ke Cyclo Coffee. Berikut review singkat dari bacakopi, jangan lupa ngopi dan mengawali tahun yang baru dengan sebuah semangat.

Advertisements

1/15 Coffee Shop, Suguhan Coffee Shop Nyaman, Serta Pas Untuk Meeting

(Sumber Foto: ihanifiqbal)

Hai para pembaca bacakopi, akhirnya baca kopi balik lagi membahas coffee shop. Untuk kali ini bacakopi ingin membahas salah satu coffee shop yang berada di daerah Menteng. Tempatnya yaitu 1/15 coffee shop, nyaman dan berkelas, begitulah kesan pertama bagi saya. Sebenarnya saya ke tempat ini karena tidak sengaja, itu juga karena diajak meeting oleh salah satu teman. Alih-alih belum pernah mengunjungi jadilah langsung meluncur ke tempat tersebut.

Saat itu saya juga membawa 2 orang teman lama, niatan kita sehabis dari kota tua adalah ingin mengerjakan kerjaan. Singkat cerita saya bawa lah ke coffee shop dimana saya ingin meeting, saat tiba di tempat tersebut ternyata cukup ramai. Mungkin karena akhir pekan, jadilah kami waiting list, menunggu tempat yang sekiranya sudah kosong.

“Tempatnya nyaman untuk meeting kerjaan. Saya juga melihat beberapa orang di sini khusyuk dengan meeting, namun diselingi obrolan santai. Terus apa lagi kalau bawa orang yang bikin nyaman, yaa.. itu kalau ada, yaudah meeting kerjaan saja, nanti kapan-kapan bawa pasangan yang bikin nyamannya” – Penulis Bacakopi

Deskripsi tempat dulu yang saya akan bahas, pertama tempatnya sangatlah nyaman. Entah kenapa walaupun ramai namun vibe yang disuguhkan sangat friendly dalam mengajak teman untuk berbincang, untuk meeting, serta membawa kekasih (jikalau punya) karena memang coffee shop mempunyai bangunan yang mungkin dulunya adalah rumah jaman lama namun disulap sedemikan rupa hingga menjadi lebih bagus. Namun yang kurang adalah colokan untuk menge-charge, harus ada sedikit tambahan, karena colokan yang disediakan terkadang tidak sesuai dengan semua gadget atau barang elektronik lainnya.

Fotografer: Hanif Iqbal
Fotografer: Hanif Iqbal
(Fotografer : Nisa Aqila)
(Fotografer : Nisa Aqila)

Menu yang ditawarkan sangat menggugah selera, saya mememsan long black, dan dua teman saya adalah coffee with ice, yang satu dengan ginger yang satu lagi mocha, dan voila! Untuk taste-nya diluar ekskpekktasi, ini long black terenak yang pernah saya coba di beberapa coffee shop di Jakarta. Asap dan pahitnya pas, tidak begitu asam pula, sangat cocok bagi saya. Serta ginger milk coffe dan ice mocha yang mempunyai rasa enak dan porsi yang pas. Di susu setelah itu, teman meeting saya memesan secangkir matcha latte. Harga untuk satu orang bisa menghabiskan kocek antara 40 ribu-100 ribu lebih, tergantung menu yang diorder. Beberapa menu kuenya juga terlihat enak (saya belum sempat mencobanya karena kondisi sudah sangat kenyang, mungkin next akan dibahas lagi di instagram saya)

Satu lagi, di 1/15 ini tempatnya juga sangat foto-able ya, teruntuk anak zaman now yang bukan cuma sekedar ingin ngopi tapi ingin mengabadikannya sekaligus di sini sangat mendukung. Tapi pokoknya kalau bisa ngopi ya nikmati kopi dan obrolannya, satu lagi nih foto sama beberapa teman dan difotoin gitu tapi siorangnya lesu keknya belum makan abis meeting.

fotografer: hanif iqbal
fotografer: hanif iqbal (Komuk ngantuk ape gimana?)
Fotografer: Nisa Aqila
Fotografer: Nisa Aqila (Edisi Muka lelah)

Untuk yang ingin meeting di sini tempatnya sangat strategis, ditengah kota serta cukup mudah ditemukan. Jika Anda ingin melipir untuk menghindari macet tengah kota, coffee shop yang satu ini sangat cocok. Namun memang harus sedikit sabar jika sedang penuh. Anda bisa memilih ingin menikmati kopi di dalam ruangan atau di luar, dua-duanya sangat nyaman menurut saya. Jangan lupa ngopi, dan mampir ke coffee shop yang satu ini, untuk kopinya bagi penggemar kopi semoga bisa cocok. Selamat ngopi! Selamat menjalankan hari!

Le Travail, Coffee Shop Teruntuk yang Pingin Menyendiri

(Photo by @ihanifqbal)
(Photo by @ihanifqbal)

Akhirnya saya berkunjung sejenak ke Yogyakarta, walaupun cuma mampir sehari tapi saya mencoba mencari coffee shop di Yogyakarta yang belum pernah saya kunjungi. Modal iseng-iseng nyari rekomendasi di Instagram, saya menemukan sebuah coffee shop bernama Le Travail Coffee, terlebih dekat dengan lokasi saya ingin bertemu dengan teman. Saya langsung menuju ke daerah Seturan dekat dengan kampus UPN.

“Pertama kali sampai saat itu jam 11 siang, lalu melihat bagian depannya sangat sepi dan cukup tenang untuk mengerjakan kerjaan dan membaca buku yang belum selesai dibaca”

Suasana sepi membuat saya berbincang dengan satu barista yang sedang jaga. Tertulis dibagian sudut coffee shop bahwa tempat ini buka 24 jam. Ada dua bagian tempat duduk, yang satu di luar dan yang satu lagi dibagian dalam dengan kursi empuk serta kesepian yang syahdu, belum lagi playlist lagunya yang cukup enak (Oasis dan lagu-lagu tahun 90an) mengiringi khusyuk dalam membaca atau sekedar menikmati suasana. Pada jam segitu eskpektasi saya coffee shop tersebut akan ramai, ternyata tidak, mungkin karena kampus yang ada dekat sana masih dalam libur panjang. Sambil menunggu teman yang datang saya menghabiskan dengan bacaan buku dan memotret beberapa gambar untuk nantinya dishare-ing. Kisaran menu yang tersedia terbilang murah, apa lagi sangat cocok untuk kantong mahasiswa. Harga menu yang ada berkisar dari 10 ribu-29 ribu. Jika Anda berkunjung ke sin Anda sudah dapat 2 kenyamanan, pertama dompet nyaman, serta suasana mengopi pun juga dapat nyamannya.

(Photo: ihanifiqbal)
(Photo: Ihanifiqbal)

“Untuk yang suka menyendiri saat sedang mengerjakan tugas atau ingin mecari suasana tenang”

Saya cukup merasa nyaman dalam tenang, menikmati segelas kopi vietnam drip serta sepiring kentang goreng. Unik dan baru merasakan metode vietnam drip dipadu dengan bean dari flores (pilihan saya) yang menggunakan susu kental manis, rasanya enak dan cocok untuk siang hari itu. Beberapa teman saya yang datang mencoba memesan minuman non coffee, ada lychee iced tea dan mereka bilang sangat enak dan cocok untuk kondisi Yogya yang waktu itu cukup panas. Kalau boleh dibilang coffee shop yang satu ini salah satu tempat yang enak untuk khusyuk ngebaca dan mengerjakan tugas. Rasa-rasanya bikin betah jikalau menjelang siang ke sini. Terlebih lagi, tempat ini cukup banyak menyediakan spot foto yang sangat “Instagram-able” atau foto untuk mengisi konten untuk tugas (kreatif) dan project-project yang sedang Anda buat.

(Photo from Instagram by @ihanifiqbal)

Berikut review singkat coffee shop di Yogyakarta, selamat mencoba dan selamat mengopi, jangan lupa ngopi bersama yang terkasih, sahabat, keluarga dan kawan lama. Siapa tau ada inspirasi.

 

 

 

Fillmore Coffee, Coffee Shop Nyempil Penghilang Penat di Selatan Jakarta

(Sumber Photo: @ihanifiqbal)
(Sumber Photo: @ihanifiqbal)

 

Para pecinta dan pembaca kopi yang budiman, akhirnya saya balik lagi dan membahas salah satu coffee shop yang rekomendasi sekali di Ibu Kota Jakarta ini, tepatnya di daerah Selatan Jakarta. Tempat ini memang sudah cukup lama saya dengar tapi baru ada kesempatan ke sini untuk khusus nyoba menu kopinya. Nama tempatnya adalah Fillmore Coffee, tepatnya di daerah Setiabudi Jl. H. Sidik, atau Kuningan sebelumnya Ambassador mall. Coffee shop yang satu ini cocok untuk bersantai sejenak, atau bagi kalian yang ingin menikmati suasana ngopi di akhir pekan di tempat yang agak berbeda. Tempatnya agak terpencil, namun tidak begitu sulit untuk mencari tempatnya. Menurut saya konsep tempat sangat unik, design bangunannya membuat saya cukup betah untuk sekedar membaca atau mengerjakan project-project yang ada. Minimalis, serta dibalut dengan unsur warna cokelat natural atau bahkan ada unsur hijau daun dibagian depan bangunan. Mengingatkan saya dengan salah satu coffee shop di Jepang yang pernah saya lihat di sosial media.

“Bisa saya bilang nemuin coffee shop ini kayak nemuin harta karun di hutan rimba, karena kayak serasa nemu tempat ngopi enak yang gak disangka-sangka ada di tengah hiruk pikuk kota.”

Untuk menu yang ditawarkan sangat bervariasi terutama makanannya, karena saya penggemar kopi seduh dengan metode V60, maka saya mencoba bean luar Panam Geisha yang ditawarkan. Untuk Harga bervariasi mulai dari Rp. 50.000 – Rp. 100.000 ++ untuk dua orangnya. Nyesel saya tidak beli menu makanan yang terpajang, terlihat menawan nan menggoda, seperti jenis roti maupun cake, atau juga ada smoothie bowl yang cukup lagi ngehits beberapa tahun ini. Rasa kopinya yang diolah pake metode V60 sangat cocok buat saya, dan juga iced honey latte juga tidak kalah enak.

 

“Catatannya adalah saya gak cukup sekali ke sini”

Fillmore Coffee buka dari jam 9 pagi sampai jam 9 malam kalau weekend, kalau hari biasa bisa lebih pagi lagi, dari jam 7 sampai jam 8 malam tutupnya. Bagi yang mau menikmat secangkir kopi enak ditambah suasana yang agak berbeda ditengah kota nan macet ini, Fillmore coffee sangat cocok untuk tempat rehat sejena sehabis berkegiatan. Berikut review singkat dari salah satu coffee shop di Jakarta. Jangan lupa ngopi!

 

 

Video Content, Coffee Shop Di Bekasi dan Cerita Mengenal Kopi

 

Beberapa minggu yang lalu saya membantu membuat sebuah konten. Konten di youtube ini berisikan tentang orang-orang yang sedang belajar dengan passionnya atau hobi. Bisa dibilang konten ini buat yang mau sharing hal yang disukainnya. Dari situ, saya mengunjungi coffee shop di daerah Bekasi untuk mengambil gambar, menikmati komennya, dan serta menjawab beberapa pertanyaan yang ada.

Sumber: Kopi baris.blogspot)

Kopi Baris namanya, salah satu tempat ngopi di daerah Bekasi. Tempat ngopi enak di bekasi ini lokasinya di sebrang SMAN 1 Bekasi, di Jalan KH Agus Salim. Tempat ini Cukup nyaman, harga juga sangat bersahabat, dan yang terpenting signature coffee juga punya rasa yang tidak kalah enak. Berbincang dengan barista saat membuat kopi ternyata memang mempunyai pengalaman berbeda, sambil meracik, sambil memahami secangkir kopi yang akan dinikmati. Coffee shop ini cocok untuk berbincang atau sekedar berkumpul-kumpul dengan kawan di malam minggu. Harga yang ditawarkan juga berkawan dengan dompet, di sininkamu bisa menikmati kopi enak dan juga cemilan atau makanan lainnya. Dengan kocek 50 ribu lebih, kamu sudah menikmati penghilang haus yang enak, dan makanannya.

Saya memilih salah satu kopi dengan metode manual brewing, sambil menikmati kopi saya pun bercerita tentang mengapa saya punya ketertarikan lebih akan secangkir kepahitan ini. Memori  kilas balik akan pengenalan kopi dalam pikiran saya terulang. Memang dari kecil suka minum kopi di saat sore hari, saat itu pagi saya belum pernah tersentuh akan secangkir kopi kecuali sore hari. Tidak seperti sekarang, lebih suka ngopi pagi karena kebutuhan.

Banyak yang saya masih harus pelajari, tidak cuma sekedar mekmati kopi. Bukannya sok akan perfeksionis terhadap secangkir kenikmatan dunia yang satu ini, tapi karena kegilaan saya akan kopi jadilah harus banyak memperhatikan berbagai macam hal akan kopi. Kalaupun ada yang mau share-ing tentang kopi kita bisa ngobrol-ngobrol dan saling mendengar kok, bisa langsung komen di blog atau email atau juga follow Instagram saya ihanifiqbal #ngarep

“Kopi tuh punya rasa sendiri-sendiri di tiap daerahnya, punya karakter, itu yang ngebuat gue penasaran sama kopi”

Kata-kata itu teringat, sebuah kata-kata dari salah satu teman kantor yang memang dia penikmat kopi juga. Ia mengatakannta saat kiat berkunjung ke salah satu festival kopi nasional di Kuningan City. Memang benar adanya, bagi kita penggila kopi ini, kopi bukan sekedar minuman pahit namun mempunyai karakter dan cerita tersendiri.

 

Crematology Senopati, Secangkir Kopi, dan Mencari Inspirasi

Sumber: Infojakarta

Hari senin dimulai, dan ada saja kerjaan ataupun pertemuan membahas akan sesuatu. Hari itu diputuskan untuk mengunjungi Coffee Shop. Coffee Shop yang saya kunjungi adalah Crematology, di daerah Senopati tepatnya di Jalan Suryo No. 25 daerah JakartaSelatan. Saat masuk ke dalam coffee shop saya sudah dibuat nyaman dengan suasana yang nyaman dan tentram. Untuk ukuran di kota besar, tempat ini bisa menjadi tempat rehat sejenak sambil menikmati secangkir kopi. Rehat dari hiruk pikuk macet dan kerjaan di kantor. Coffee shop yang satu ini memang bertempat di daerah yang banyak sekali perkantoran, maka tidak heran jika tempat mengopi yang satu ini banyak dikunjungi oleh mereka yang pulang kantor.

Sumber foto: Instagram ihanifiqbal
Sumber foto: Instagram ihanfiqbal

Tempat duduk nan nyaman, suasana mengopi didukung dengan penuh santai. Ruangan dalamnya ada beberapa tempat duduk sofa, maka bisa sangat bersantai. Lalu di luarnya untuk yang merokok ada tempat duduk kayu, simpel namun tetap berkesan untuk tempat mengopi. Dihiasi dengan ornamen lampu-lampu yang khas membuat tempat ini semakin betah untuk saya berlama-lama. Saya memesan Manual Brew dengan biji kopi lokal dari daerah Jawa Barat. Lalu teman saya juga memesan menu serupa namun dengan berbeda metode. Saya menggunakan french press dan teman saya V60. Menu tambahannya kami memesan Croissant with butter dan juga sepotong kue brownies hitam. Tambahan selanjtunya adalah satu latte ice, menambah dahaga yang sedari tadi haus.

Sumber foto: ihanifiqbal (Instagram)

Saat sampai, menu makanan kecilnya serta kopinya sangat berpadu. Cuaca mendung siang itu ditemani hangatnya croissant dan kopi enak. Coffee shop ini sejatinya mendukung untuk ngobrol santai atau pun rapat kecil untuk membahas pekerjaan. Hari senin siang, jadilah sangat produktif namun juga tetap santai.

Un bon croissant et une tasse de café

Croissant di sini termasuk yang enak untuk dinikmati dengan kopinya, terlebih duaduanya masih sama-sama hangat. Di Coffee shop ini juga banyak orang-orang yang ingin mengerjakan tugas atau sekedar mengobrol santai. Barista yang ramah menjadi point plus untuk coffee shop ini. Bisa dibilang Crematology menjadi top 10 coffee shop wajib dikunjungi bagi saya. Menu lainnya juga sangat bervariasi untuk dinikmati, dan semua menunya rata-rata cocok dinikmati dengan secangkir kopi. Untuk harganya, rata-rata perorang bisa mengeluarkan kocek sebesar 50-100 ribu rupiah. Cukup sepadan dengan rasa kopi yang enak, jika kalian ingin makan berat di sini juga tersedia beberapa menu andalan seperti pasta, sandwich, dan beberapa menu lainnya.