Dailio Coffee , Tempat Ngopi Sambil Bincang Ganteng

“Disuatu malam di Pondok Gede saat saya sedang cukup bingung mau ngopi dimana untuk mengerjakan kerjaan, akhirnya diajak teman untuk mengunjungi kedai kopi baru”


Hai para pembaca si bacakopi, akhirnya awal tahun ini dibuka lagi dengan artikel yang baru. Kali ini bacakopi mau bahas tempat ngopi yang gak jauh (ya lumayan) dari rumahnya di daerah Jakarta Timur (Enggak deng di Pondok Gede) yang tempatnya nyaman untuk berlama-lama ngobrol atau mengerjkan kerjaan, meeting, atau sekedar membaca buku dan menikmati kopi.

Malam di tanggal merah dan sehabis hujan membuat saya harus mengerjakan tulisan atau sekedar ngopi dengan sobat ngopi di luar, biasanya saya dan beberapa sobat ngopi kerap nge-home brewing dengan alat kopi manual seadanya.

Lalu saya dan teman saya menelusuri Jalan Pondok Gede hingga ke arah Jalan Jati Makmur No 5. Di sana terletak coffee shop bernama dailio coffee. Kesan pertama saat masuk ke kedai kopi ini adalah “Enak” dan nyaman, enak karena tempatnya simple dan tidak neko-neko. Ornamen warna putih dan minimalis membuat betah nih untuk ngobrol santai.

Saat order menu yang disediakan di layar tv bagian atas saya tadinya hampir kalap mau memesan ini dan itu, karena harga yang ditawarkan tidak akan membuat kantongmu  bocor. Menunya pun menyediakan kopi signature dan manual brewing sampai es kopi susu. Tidak lupa menu makanannya yang terdiri dari pelbagai macam kue teman ngopi.

“Bagi kalian yang mau ke sini bisa menyediakan kocek 35 ribu atau kalau mau kenyang 40 ribu bisa mendapatkan secangkir kopi dan kue-kue enak yang bisa dipilih”

Saya dan teman saya memesan manual brewing, es kopi susu, dan juga Cinnamon Croissant. Alih-alih ingin ngerjain kerjaan ternyata tidak sengaja berjumpa dengan teman yang ternyata eh ternyata rumahnya dekat dengan kedai kopi tersebut. Memang Coffee Shop yang satu ini lebih nyaman untuk ngobrol-ngobrol lama, itu menurut saya.

Selain menyediakan kopi yang enak dengan porsi yang pas dan rasa yang bikin nagih, di sini juga mempunyai tempat roasting. Menyediakan jasa konsultan kopi, yang mau belajar kopi juga bisa, dan pokoknya satu paket asik bagi para pecinta kopi nih!

Tempat ini buka dari jam 10 pagi dan tutup jam 11 malam saat hari biasa, kalau weekend bisa tutup sampai jam 12 malam. Untuk yang ingin menikmati varian jenis bean, jangan khawatir sudah pasti di sini bisa dipilih. Untuk es kopi susunya rekomend sekali!

Selamat ngopi dan jangan lupa berbagi dan saling bertukar pikiran kalau lagi ngopi, tapi kalau yang mau mengerjakan tugas, selamat bekerja dan nikmati prosesmu seperti menikmati kopinya….

Advertisements

Belajar kopi di Kedai Kopioki

“Belajar kopi lagi, dan gak cuma belajar bikinnya, tapi seluk beluk bisnis dan hal lainnya tentang kopi di sini”

Suatu malam saya diajak teman saya untuk menikmati kedai kopi dekat rumah. Lalu saya ikut saja, temen saya tahu kedai ini dari sebuah komunitas kopi.

Sesampainya di kedai ini, kesan pertama saya adalah suasananya cukup enak. Kedai kopi yang satu ini berdampingan dengan toko vape, cuci sepatu dan tempat cukur rambut. Satu paket bagi kalian yang ingin cuci sepatu, atau doyan nge-vape atau bahkan mau nyukur rambut. Tempatnya sederhana, enak untuk ngobrol-ngobrol dan jenis yang open bar gitu. Saat masuk ke kedai Kopi Oki ini kita disuguhi sebuah pemandangan alat-alat kopi. Beruntunglah bagi kalian pecinta manual brew, ada berbagai macam alat seduh manual di sini. Tidak cuma itu, bagi yang ingin menikmati kopi dingin dan campuran latte di sini juga tersedia.

Saat sedang memesan kopinya pun kami bertemu dengan pemilik kedai, dan ternyata membawa kelebihan tersendiri, karena saya dan sahabat saya yang berkunjung bisa ngopi sambil sharing tentang dunia perkopian. Kami memanggilnya kang Oki, kita pun juga saling cerita dan berbagi informasi tentang kopi. Bisa dibilang menjadi suhu di dunia perkopian, dan bukan cuma itu saja saya dan sahabat saya ini dipersilahkan untuk mengutak-ngatik coffee barnya. Kang oki ini juga punya blog yang membahas tentang dunia kopi nih namanya http://www.baristaindonesiablog.wordpress.com

Photo: @ihanifiqbal

Bagi kalian yang mau belajar kopi bisa langsung ke kedai kopi oki, untuk yang ingin belajar latte bisa diitung pergelas, pun juga yang ingin eskplore dan nyoba bikin kopi dengan metode lainnya. Kalau di kedai ini yang ingin menikmati kopi dengan tambahan cemilan lainnya perorang hanya mengeluarkan kocek 30 ribu. Rata-rata harganya sangat bersahabat dengan dompet, dan tentunya kualitas rasa juga enak!

Kedai kopi yang bersahabat ini juga mempunyai guest bean dari beberapa brand lokal lainnya. Kalian bisa icip sana-sini dan tidak usah ragu untuk sharing, karena kalian berhak tahu kalau menikmati secangkir kopinya itu prosesnya panjang, bermakna pun juga mempunya cerita tersendiri #tsah

Berbagai macam jenis bean coffee juga ditawarkan di kedai sederhana ini, tidak usah khawatir bagi yang tidak suka kopi karena di kedai ini banyak juga menu non coffee. Ada berbagai macam teh, dan menu per-lattean. Belum lagi di sini juga menjual beberapa stock sirup, teh, bubuk-bubuk minuman. Jadi bagi Anda yang punya bisnis cafe atau coffee shop bisa juga memesan tambahan-tambahan yang dibutuhkan buat menu di tempat Anda.

Di kedai kopi yang depannya kerap ada kucing ramah mondar-mandir ini kerap dibuat tempat berdikusi kopi (Diskopi) dadakan. Sembari si barista membuat kopi kita pun bisa mengajak ngobrol, tanya saja tentang apa yang ingin kalian tahu tentang kopi. Kalau ke sini saya diingatkan lagi tentang menikmati dan membuat kopi itu tidak ada yang salah. Cara menikmatinya pun tergantung selera dan suasana. Di kedai kopi ini pun saya mengasah lagi dunia perkopian, mengingat-ngingat lagi apa esensi kopi itu sendiri. Saling bincang dan cerita tentang kopi dari prespektif masing-masing individu. Pokoknya jangan lupa ngopi euy biar melek! Salam seduh dari sibacakopi!

“Belajar kopi dan hulu ke hilir, saling sharing dan tentunya saya jadi ingat bahwa memang membuat kopi itu tidak ada yang salah, toh semuanya balik lagi ke selera dan apa yang ingin dicari” – Sibacakopi (Sok-sokan coffee snob)

Kopi Kosan, Ngopi di Pasar Santa Kuy!

Foto: Bacakopi alias @ihanifiqbal

Hai para pembaca bacakopi, kali ini simak pembahasan warung kopi di Pasar, terkadang kalau butuh suasana baru untuk menikmati kopi ya saya keluar dari rumah. Jadi berawal dari iseng hunting ke Pasar Santa. Biasanya cuma mendengar kalau Pasar tersebut mempunyai banyak kedai kopi yang enak, kebanyakan kopi tinggal take away yang sering dipesan orang menggunakan Ojek online. Tujuan utama saya ingin ke Post Santa salah satu toko buku di sana. Seketika haus, dan melihat sebuah kedia kopi tepat di pojokan, tepatnya di lantai 2. Maka mampirlah saya dengan teman, ketika melihat menunya saya langsung tertarik.

“Kedai kopi sederhana, dengan beberapa mesin manual yang siap menyediakan kopi yang ditemani suasana Pasar”

Kunjungan pertama saya yaitu langsung mencoba membeli es kopi susu dengan rasa pisang, dan juga teman saya memesan yang ras taro. Baru pertama mencoba sensasi rasa lucu, pas dan seger, dan yang paling penting rasa kopinya tidak kalah dan hilang. Sempat ngobrol-ngobrol dengan yang punya, singkat cerita dia sharing kalau kopi kosan ini awal mulanya memang berjualan di depan kosannya di daerah Jakarta Selatan, dan berawal dari si empunya yang hobi ngopi.  Lama-kelamaan akhirnya ia memutuskan untuk berjualan  kopi agar bisa menyalurkan hobi dan tetap waras dalam kehidupannya (maklum si owner masih menjadi budak korporat) *yasamaamakita. Akhirnya ia memutuskan untuk pindah dan berjualan di Pasar Santa. Si owner Kopi Kosan pun juga bilang bahwa di tempat ini ada lebih dari 10 kios yang menjual kopi. Salut dengan keberaniannya untuk menjual kopi namun dengan konsep yang tidak neko-neko tapi mempunyai menu andalan yang berkesan.

Sumber: @ihanifiqbal

Lalu kunjungan kedua saya mencoba menu es red velvet espresso, ini rasanya cukup mind blowing sih! Enak dan manisnya pas, rasa kopinya pun masih kuat. Harga tiap gelasnya dibandrol dengan harga 20 ribu saja. Menu andalan yang unik lainnya di Kopi Kosan adalah Kopi es kopi susu awal bulan dan juga es kopi susu cinnamon aren. Siang-siang atau sore selepas kerja menurut saa cocok untuk menikmati racikan kopi dari Kopi Kosan, mungkin akan menjadi langganan saya jika di kantor ada acara atau bahkan sekedar berkunjung ke Pasar Santa danpulangnya mampir makan Sate Padang Ajo Ramon. Jangan lupa ngopi dan tetap sehat dan jalan-jalan, pokoke salam ngopi! (Taglinennya kenapa jadi mirp-miri acara wisata2 kuliner it yak?)

Bacakopi ke ICE (Indonesia Coffee Event) 2018 Sembari Melihat Industri Kopi Indonesia

Sumber foto IBC Kuningan city (Sibacakopi)
Sumber foto ICE Kuningan city (Sibacakopi)

 

Beberapa hari kemarin akhirnya Bacakopi mengunjungi ICE (Indonesia Coffee Events) 2018 beserta Coffee Village di Kuningan City. Acara tersebut memang salah satu gerbang besar menuju dunia perkopian di Indonesia. Tentu hal ini juga bisa membuka peluang besar bagi para barista untuk ke level Internasional. Begitu juga dengan penikmat kopi, yang baru belajar atau yang sudah pro.

Sementara itu, di event ini sangat ramai para pecinta kopi yang sedang berburu kopi. Tidak lupa coffee shop lokal dan para produsen bahan-bahan pelengkap coffee shop bermunculan menawarkan produknya. Banyak Kedai Kopi lokal yang menawarkan inovasi dan keunggulan dari rasa yang dibuat. Sudah tidak diragukan lagi bahwa Kopi yang unggul di Indonesia memang memberikan banyak rasa, tergantung bagaimana masing-masing  kedai mengolahnya.

Sumber foto (bacakopi): Ngopi gratis
Sumber foto (bacakopi): Ngopi gratis

Saya dan beberapa teman saya, kami sama-sama baru belajar kopi dan penasaran dengan dunia perkopian yang sedang naik daun ini. Kami datang di hari terakhir, namun lomba para barista sedang berlangsung di tersebut. Hasil berkeliling kami akhirnya mencoba cold brew, bean 100 gram dari brand Juno, dan segelas kopi susu (tuku). Itu juga karena rasa penasaran dari kami ingin mencoba segelas kopi yang pernah kedatangan pak president.

Sumber foto: bacakopi
Sumber foto: bacakopi

Sehabis mencicipi tidak lupa sesekali memperhatikan lomba yang sedang berlangsung. Ramainya dari antusias masyarakat ternyata diluar ekspektasi saya, di akhir pekan ini begitu ramai sampai-sampai kami harus berdesakan untuk keliling menikmati kopi. Namun, ada hal ini yang saya temui di hari itu, saya ditawari seduhan kopi di salah satu stand kopi. Alhasil dari menunggu kopi dibrew tersebut kami saling berbincang membahas kopi dan saling  sharing. Ini membuktikan bahwa kopi di Indonesia sudah menjadi kultur yang cukup kuat.

“Dari Q grader, barista, coffee enthusiast, serta berbagai macam yang berbau kopi kumpul di ICE”

Kami akhirnya saling berbincang dan mencicipi kopi, di event ini dari yang kenal sampai tidak kenal akhirnya saling ngobrol membicarakan kopi. Event ini sukses membawa orang-orang saling bertukar cerita tentang kopi. Belum lagi produk-produk yang diskon. ICE 2018 menambah gairah industri kopi di Indonesia semakin meningkat tiap tahunnya. Sekian laporan singkat bacakopi tentang ICE 2018. Jangan lupa ngopi, dan tetap lestarikan kopi Indonesia, tidak mendukung kedai kopi lokal!

Kedai Kopi Tjikini, Ngopi dengan Suasana Antik

(Sumber Foto: Instagram @ihanifiqbal )

Jakarta sedang sering mendung-mendungnya, cuaca sangat , mendukung untuk minum kopi atau sekedar baca dan menulis. Siang di akhir pekan adalah waktu yang sekiranya tepat. Nah bacakopi kali ini mau membahas salah satu kedai kopi yang enak nih buat meluangkan waktu kalian. Bingung mencari-cari tempat enak, dan tiba-tiba teringat tempat yang saya pernah lewati tapi belum pernah mampir, alhasil akhirnya menuju ke Cikini. Lokasi kedai ini di area Cikini Raya tepatnya No. 17. Nah tempat yang satu ini sangat antik, suasananya cocok yang ingin bernostalgia, namanya Kedai Kopi Tjikini.

Saat tiba di coffee shop nan antik ini memang cukup padat, ada dua pilihan tempat mau yang smoking area atau non. Kesan pertama, adalah aura yang dimiliki si kedai kopi terbilang nyaman (Udah kayak fengshui2 tempat) jadilah cukup betah berlama-lama di sini. Kami pun memilih ruangan smoking area, dan satu lagi adalah Anda tidak usah khawatir akan colokan dan wi-fi.

Langsung kita menuju ke menunya dan memesan, saya memesan single oirigin Aceh Gayo, Tiga serangkai (tediri dari tempe goreng, pisang goreng, dan tahu goreng) serta teman saya memesan iced latte, dan es kopi susu serta roti bakar. Secangkir kopinya pun datang terlebih dahulu. Baru disusul dengan makanannya. Kopinya pas, dibuat dengan ala long black saja serta tiga gorengan yang hadir sangat cocok untuk menemani saya mengerjakan tulisan saat itu. Tidak lupa mencicipi roti bakar dengan ukuran yang cukup besar dan mengenyangkan.

Sumber foto: Bacakopi
Sumber foto: Bacakopi

 

Sumber foto: Bacakopi
Sumber foto: Bacakopi

 

” Diantara tiga serangkai yang tersajikan, pisang gorengnya juara, ukurannya pun mengenyangkan dan bisa menu sharing yang disantap ramai-ramai”

Untuk kopinya pas, entah racikan atau takarannya yang membuat rasa kopinya cocok. Untuk es kopi susunya juga pas serta ice caffe latte yang manisnya pas, lattenya pun seimbang dengan rasa kopi tidak terlalu banyak atau pun sedikit. Kedai kopi Tjikini ini mengingatkan saya akan menikmati kopi di kampung saya (Di Jawa Tengah) dilihat dari beberapa menunya. Untuk perorangnya di sini bisa menghabiskan  Rp. 50.000++ tergantung memesannya. Tapi keseluruhannya tempat ini berkesan, bukan cuma rasa kopinya saja tapi suasananya yang jarang saya temui di ibu kota. Yuk sempatkan ngopi, selamat ngopi dan salam ngopi!

 

Cyclo Coffee & Apparel, Coffee Shop Urban Unik nan Enak!

Sumber Foto Instagram: @ihanifiqbal
Sumber Foto Instagram: @ihanifiqbal

Selamat menjalankan hari di tahun yang baru, begitulah adanya semoga para pembaca mendapatkan kebaikan lebih di tahun 2018 ini. Dan kali ini bacakopi membahas coffee shop yang unik, yaitu Cyclo Coffee & Apparel di SCBD. Sudah lama saya melihat pembahasan coffee shop yang satu ini, namun karena baru-baru ini salah satu teman saya bergabung dengan komunitas sepeda maka saya mengajaknya sekalian. Sekedar ingin melihat suasana yang menonjolkan sepeda. Niatan awal saat itu ingin berbincang-bincanf sepulang saya dari kantor.

Sumber Foto: Bacakopi
Sumber Foto: Bacakopi

Konsep unik dan sangat menjual ini bisa dibilang tidak asing.  Di eropa, terutama di Prancis pun juga ada yang seperti ini, mengingat pengguna sepeda di sana cukup banyak. Saat masuk ke dalam coffee shop, saya merasakan suasana nyaman. Saat sehabis jam makan siang, banyak juga yang sedang ngopi sambil sekedar mengobrol atau meeting kerjaan. Saya memesan secangkir long black dan menu makanan andalan di sana salah satunya martabak linting. Sementara teman saya memesan V60, dan coffee latte beserta cheese cake.

Sumber foto: Bacakopi
Sumber foto: Bacakopi

 

“Martabak lintingnya nagih, cheese cakenya enak tidak terlalu bikin enegh, dan yang jelas kopinya pas sekali!”

Di luar ekspektasi, pesanan kami semuanya enak. Dan harganya juga cukup terjangkau, dengan satu minuman serta makanan khas yang bisa dipilih peorang bisa menyiapkan budget Rp. 50.000++. Tapi dengan harga segitu, rasa yang ditawarkan membuat waktu mengopi sangat terbayar. Lokasi yang cukup strategis membuat coffee shop yang satu ini terbilang ramai di jam-jam tertentu. Buat yang hobi sepedaan, apa lagi suka sekali dengan kegiatan CFD wajib mampir ke Cyclo Coffee sedari kegiatan tersebut usai. Buka dari jam 7 pagi hingga jam 10 malam. Belum lagi coffee shop yang satu ini cukup terkenal di kalangan orang yang hobi bersepeda. Bukan hanya menjadi tempat singgah bagi mereka yang ingin melepas penat saat bersepeda, namun juga untuk yang ingin membeli perlengkapan sepeda di sini juga menjualnya.

“Tampaknya coffee shop ini akan menjadi langganan saya untuk meeting atau sekedar mampir sepulang kerja di sore hari.”

Sumber foto: Bacakopi
Sumber foto: Bacakopi

Jika Anda sedang bingung mencari coffee shop di Jakarta Selatan terutama di daerah SCBD, maka tidak ada salahnya langsung mampir ke Cyclo Coffee. Berikut review singkat dari bacakopi, jangan lupa ngopi dan mengawali tahun yang baru dengan sebuah semangat.