Video Content, Coffee Shop Di Bekasi dan Cerita Mengenal Kopi

 

Beberapa minggu yang lalu saya membantu membuat sebuah konten. Konten di youtube ini berisikan tentang orang-orang yang sedang belajar dengan passionnya atau hobi. Bisa dibilang konten ini buat yang mau sharing hal yang disukainnya. Dari situ, saya mengunjungi coffee shop di daerah Bekasi untuk mengambil gambar, menikmati komennya, dan serta menjawab beberapa pertanyaan yang ada.

Sumber: Kopi baris.blogspot)

Kopi Baris namanya, salah satu tempat ngopi di daerah Bekasi. Tempat ngopi enak di bekasi ini lokasinya di sebrang SMAN 1 Bekasi, di Jalan KH Agus Salim. Tempat ini Cukup nyaman, harga juga sangat bersahabat, dan yang terpenting signature coffee juga punya rasa yang tidak kalah enak. Berbincang dengan barista saat membuat kopi ternyata memang mempunyai pengalaman berbeda, sambil meracik, sambil memahami secangkir kopi yang akan dinikmati. Coffee shop ini cocok untuk berbincang atau sekedar berkumpul-kumpul dengan kawan di malam minggu. Harga yang ditawarkan juga berkawan dengan dompet, di sininkamu bisa menikmati kopi enak dan juga cemilan atau makanan lainnya. Dengan kocek 50 ribu lebih, kamu sudah menikmati penghilang haus yang enak, dan makanannya.

Saya memilih salah satu kopi dengan metode manual brewing, sambil menikmati kopi saya pun bercerita tentang mengapa saya punya ketertarikan lebih akan secangkir kepahitan ini. Memori  kilas balik akan pengenalan kopi dalam pikiran saya terulang. Memang dari kecil suka minum kopi di saat sore hari, saat itu pagi saya belum pernah tersentuh akan secangkir kopi kecuali sore hari. Tidak seperti sekarang, lebih suka ngopi pagi karena kebutuhan.

Banyak yang saya masih harus pelajari, tidak cuma sekedar mekmati kopi. Bukannya sok akan perfeksionis terhadap secangkir kenikmatan dunia yang satu ini, tapi karena kegilaan saya akan kopi jadilah harus banyak memperhatikan berbagai macam hal akan kopi. Kalaupun ada yang mau share-ing tentang kopi kita bisa ngobrol-ngobrol dan saling mendengar kok, bisa langsung komen di blog atau email atau juga follow Instagram saya ihanifiqbal #ngarep

“Kopi tuh punya rasa sendiri-sendiri di tiap daerahnya, punya karakter, itu yang ngebuat gue penasaran sama kopi”

Kata-kata itu teringat, sebuah kata-kata dari salah satu teman kantor yang memang dia penikmat kopi juga. Ia mengatakannta saat kiat berkunjung ke salah satu festival kopi nasional di Kuningan City. Memang benar adanya, bagi kita penggila kopi ini, kopi bukan sekedar minuman pahit namun mempunyai karakter dan cerita tersendiri.

 

Crematology Senopati, Secangkir Kopi, dan Mencari Inspirasi

Sumber: Infojakarta

Hari senin dimulai, dan ada saja kerjaan ataupun pertemuan membahas akan sesuatu. Hari itu diputuskan untuk mengunjungi Coffee Shop. Coffee Shop yang saya kunjungi adalah Crematology, di daerah Senopati tepatnya di Jalan Suryo No. 25 daerah JakartaSelatan. Saat masuk ke dalam coffee shop saya sudah dibuat nyaman dengan suasana yang nyaman dan tentram. Untuk ukuran di kota besar, tempat ini bisa menjadi tempat rehat sejenak sambil menikmati secangkir kopi. Rehat dari hiruk pikuk macet dan kerjaan di kantor. Coffee shop yang satu ini memang bertempat di daerah yang banyak sekali perkantoran, maka tidak heran jika tempat mengopi yang satu ini banyak dikunjungi oleh mereka yang pulang kantor.

Sumber foto: Instagram ihanifiqbal

Sumber foto: Instagram ihanfiqbal

Tempat duduk nan nyaman, suasana mengopi didukung dengan penuh santai. Ruangan dalamnya ada beberapa tempat duduk sofa, maka bisa sangat bersantai. Lalu di luarnya untuk yang merokok ada tempat duduk kayu, simpel namun tetap berkesan untuk tempat mengopi. Dihiasi dengan ornamen lampu-lampu yang khas membuat tempat ini semakin betah untuk saya berlama-lama. Saya memesan Manual Brew dengan biji kopi lokal dari daerah Jawa Barat. Lalu teman saya juga memesan menu serupa namun dengan berbeda metode. Saya menggunakan french press dan teman saya V60. Menu tambahannya kami memesan Croissant with butter dan juga sepotong kue brownies hitam. Tambahan selanjtunya adalah satu latte ice, menambah dahaga yang sedari tadi haus.

Sumber foto: ihanifiqbal (Instagram)

Saat sampai, menu makanan kecilnya serta kopinya sangat berpadu. Cuaca mendung siang itu ditemani hangatnya croissant dan kopi enak. Coffee shop ini sejatinya mendukung untuk ngobrol santai atau pun rapat kecil untuk membahas pekerjaan. Hari senin siang, jadilah sangat produktif namun juga tetap santai.

Un bon croissant et une tasse de café

Croissant di sini termasuk yang enak untuk dinikmati dengan kopinya, terlebih duaduanya masih sama-sama hangat. Di Coffee shop ini juga banyak orang-orang yang ingin mengerjakan tugas atau sekedar mengobrol santai. Barista yang ramah menjadi point plus untuk coffee shop ini. Bisa dibilang Crematology menjadi top 10 coffee shop wajib dikunjungi bagi saya. Menu lainnya juga sangat bervariasi untuk dinikmati, dan semua menunya rata-rata cocok dinikmati dengan secangkir kopi. Untuk harganya, rata-rata perorang bisa mengeluarkan kocek sebesar 50-100 ribu rupiah. Cukup sepadan dengan rasa kopi yang enak, jika kalian ingin makan berat di sini juga tersedia beberapa menu andalan seperti pasta, sandwich, dan beberapa menu lainnya.

Apasih Coffee Snob itu?

2017-02-05-14_58_11-capture

(Sumber: Coffeesmithjkt)

Di kesempatan kali ini saya ingin membahas sesuatu yang beberapa tahun belakangan ini lagi hype, yaitu pecinta kopi, atau biasanya kalangan orang-orang perkopian menyebutnya dengan coffee snob. Pecinta kopi memang bermunculan lebih menjamur, dari yang mulai mencap dirinya pecinta kopi di sosial media,sampai yang mulai menjelma karena ikut-ikutan, atau yang dengan ilmu seadanya menjelaskan perkopian yang ada. Ada juga yang sudah melalang buana demi secangkir kopi dan terbukti sangat mumpuni menjadi coffee snob itu sendiri.

” An individual who cares about what coffee or coffee mix drink they put in their mouth. A coffee snob is not ok with starbucks, or Tim hotrons, or dunkin doughnuts, or mcdonalds…etc.” – Kutipan dari urban dictionary

Seperti itulah gambaran singkatnya si coffee snob tersebut. Entah saya bisa dibilang seperti itu atau tidak, tapi beberapa ciri-ciri yang akan dibahas ini mungkin akan mendeskripsikan seorang coffee snob lebih lanjut.

  1. Menyeruput dan Tidak dengan Diminum Langsung

Dari cara seorang coffee snob itu bisa dilihat saat dia menikmati secangkirnya. Biasanya orang ini akan menyeruput dengan bunyi “Slurp..Slurp,” begitulah sejatinya. Kerap melakukan itu karena ingin merasakan flavour yang ada, menikmatinya dengan khusyuk. Lalu dilanjutkan dengan muka-muka lagi berpikir, sangking seriusnya kalau ditanya “Gimana rasanya?” wah….. bisa dibarengi dengan penjelasan yang cukup panjang.

2. Hafal Bahasa-bahasa yang Berbau Kopi

Kalau hal yang satu ini memang sering banget nih menjadi bahan obrolan. Dengan fasihnya akan keluar dari mulut kata-kata seperti acidity, brewing, bitterness, sweatness, medium, cupping, break, tamping dan masih banyak lagi. Kalau udah bicarain hal-hal yang berbau kopi akan saling ngasih informasi dan akan amat sangat kepo tentang kopi.

3. Shopisticated

Kalau seorang coffee snob ingin memesan kopi yang dinikmati pasti harus perfect, dan bahkan memesan yang tidak ada di menu yang ditampilkan. Selera secangkir kopi yang tinggi membuatnya memang harus tidak sembarang memesan. Seorang coffee snob akan langsung memesan menu seperti Split. Atau, Magic. Atau, Tasting Flight. Quadrupple espresso. Pocahontas. Beelzebub.(Sumber tambahan: Kopikini)

4. Paham Sama Kopi yang Dia Nikmatin

Kalau mau mesan kopi atau nikmati kopi gak sembarangan beli. Misalkan seperti ini, “saya mau kopinya single origin ya” atau akan lebih memperhatikan suhu yang tepat. Menurut National Coffee Association suhu air paling baik dalam membuat kopi ideanya adalah 195°F sampai 205°F atau 90 – 96 derajat celcius. Tapi beberapa orang biasanya menggunakan suhu di bawah 90 derajat Celsius saat menyeduh dengan metode manual brew. (Sumber tambahan: ottencoffe)

5. Starbucks Itu Nggak Banget

sb

(Sumber: Eonline.com)

Seorang coffee snob akan menganggap gerai kopi dari amerika ini adalah pantangan. Mereka enggan ngopi di tempat ini. Mungkin mereka akan lebih memilih ngopi di kedai kopi lokal. Atau pilihan mereka bisa jadi membeli biji kopi yang sudah di roasting dan memang menikmatinya dengan alat grinder kepunyaan sendiri. (Padahal di dompetnya bisa saja ada kartu member, atau pun di sosial media line-nya dapet promo dan langsung dibelikan pada hari itu juga)

6. Mengoleksi Barang-Barang yang Berbau Kopi

Mengoleksi adalah bagian dari kesukaan atau hobi. Maka coffee snob sejati biasanya punya barang-barang seperti kaos, jacket, tas, buku, atau bahkan koleksi lainnya yang berhubungan dengan kopi. Tidak lupa dengan alat-alat sederhana pembuat kopi, entah penyeduhmanual. grinder, dan barang-barang lainnya.

7. Merasa Sohib Banget Sama Barista-Barista Ternama

m-aga

(Sumber: qraved)

Kalau yang satu ini lucu-lucu songong sih, merasa kayaknya udah friend banget sama barista-barista seperti Mat Perger atau Tim Wendelboe, atau kalau dari Indonesia ada Muhammad Aga.

Berikut gambaran tentang coffee snob. Artikel ini hanya sekedar untuk bacaan dan saling sharing, seru-seruan, dan menambah ilmu. Jikalau ada yang kurang mohon ditambahkan, atau pun bisa komen di blog ini. Hidup kopi Indonesia!!

Shophaus Menteng, Satu Paket Enak di Akhir Pekan

img-20170108-wa0017-01

potret dari luar

Akhir pekan, dimana waktu untuk cheating atau istilah istirahat untuk bagi orang-orang yang menjalani diet, tentu tidak ada salahnya dilakukan. Seperti biasanya, bacakopi ingin membahas tempat ngopi akhir pekan. Kalau kali ini rekomendasi tempat khusus untuk cheating day nya yang sedang diet. Berawal dari diajak salah satu temannya teman saya. Akhirnya saya dan 2 teman saya menuju ke daerah Menteng. Lalu kami mengunjungi Shophaus. Tempatnya cukup strategis, tengah kota dan ditemani pemandangan hiruk pikuknya.

“A collaboration space joint is one of the newest place model that attract so many visitors lately, bringing such a fresh concept where we can find easily several brands being in one place at the same time.” – (Kutipan dari Foodirectory.blogspot.id )

img_20170107_111238-01

Waffle Ice Cream dan Secangkir Kopi (Magic)

Bisa dibilang tempat yang satu ini menawarkan sebuah paket akhir pekan yang lengkap. Bersantai dengan ice cream, atau ingin menikmati secangkir kopi enak, atau pun kita juga bisa menikmati makanan enak lainnya. Pilihan Ice cream dengan rasa bervariasi sangat cocok untuk penghilang panas di akhir pekan, siang bolong dengan obrolan-obrolan, icip makanan sana-sini, sesekali tak apa jika awal bulan tiba.  Kopinya tidak kalah enak, saya memesan menu bernama “Magic” dengan pilihan biji kopi Panama, sesekali menikmati biji kopi dari luar Indonesia. Tempat nan santai serta sejuk, tidak kalah menariknya jika ingin mengabadikan momen bersama sahabat dan keluarga. Beberapa produk seperti Pigeonhole Coffee, Berrywell, Gelato Secrets, Mockingbird and Namelaka Patisserie  bisa dinikmat di satu tempat.

img_20170107_105218-01

Ruang bagian coffe shop

Banyak menu yang cukup enak, terutama kopi dan ice creamnya yang saya dan teman saya coba. Budget untuk 2 sekitar 150 ribu, maka anda bisa menikmati berbagai makanan dan minuman yang ditawarkan. Tidak bisa diragukan lagi bahwa tempat ini juga menjadi tujuan banyak muda-mudi untuk mengambil potret, menambah update-an di sosial media. Untuk tempat yang satu ini saya akan kembali lagi, sambil menikmati suasananya dan menikmati menu yang belum saya coba.

Menikmati Secangkir Akhir Pekan Di BEAU Senopati, Manis dengan Perbincangan

Processed with VSCO with g3 preset

Salah sudut BEAU

Akhir tahun biasanya adalah waktu dimana kadang keluarga, sahabat, dan teman-teman lama mengajak saya untuk berkumpul. Bacakopi kali ini mau ngebahas satu tempat nyaman untuk menikmati secangkir kopi di akhri tahun. Nama tempatnya BEAU HQ Senopati, mungkin bagi para penggemar pastry tempat ini sudah tidak asing lagi. Tempat ini sebelumnnya sudah buka di Grand Indonesia east mall 1st  Floor, banyak menyediakan pilihan-pilihan roti khas tanah Eropa nan lezat.

Namun kali ini saya diajak teman untuk mengunjungi tempat tersebut yang berada di Jl. Cikajang No. 29, Senopati, Jakarta Selatan. Niatan pertama memang ingin mencari inspirasi untuk bahan menulis, tuntutan pekerjaan kadang membuat kita mencari inspirasi di tempat-tempat ngopi dengan sausana nyaman. Sesampainya di tempat, kita malah memutuskan untuk ngobrol, dan pekerjaan pun dikerjakan belakangan. Menurut saya dan teman  saya tempat yang satu ini lebih enak untuk benar-benar kita berbincang, tanpa handphone, dan benar-benar ngobrol berbagi cerita sana-sini.

Processed with VSCO with a6 preset

(Sumber Foto: ihanfiqbal Instagram)

Untuk harganya sangat bervariasi, dari 25 ribu sampai dengan 89 ribu. Dengan kurang dari 100 ribu per orang, bisa dibilang sudah menikmati menu yang istimewa untuk teman ngobrol. Untuk akses ke tempatnya terbilang mudah, tapi cukup hati-hati karena di jam-jam tertentu memang daerah tersebut agak padat. Tempat ini bisa disebut coffee and pastry atau banyak lagi sebutan lainnya tergantung orang akan melihatnya dari sisi mana. Salah satu menu yang dipesan ada kue pastri dengan cream yang cukup manis untuk mengakhiri akhir pekan yang pahit. Saya agak lupa isi bagian kue tersebut cream apa, tapi yang jelas itu enak asli.

“Jujur saya agak menyesal tidak memesan menu selain secangkir kopi, mungkin saya akan ke tempat ini lagi untuk mencoba beberapa pastry yang ada”

Tidak ada salahnya untuk mengajak sanak sahabat, keluarga, maupun pasangan untuk bersantai di akhir pekan di tempat ini. Selain tempatnya nyaman, sentuhan minimalis, tempat ini juga sangat ‘Instagram-able’ bagi para pencari stock foto untuk di-upload di sosial media masing-masing. Catatan saya adalah, saya harus lebih mencicipi banyak menu lagi sepertinya. Selamat berakhir pekan di akhir tahun, dan semoga tempat ini bisa menjadi pilihan kalian.

Kopimana27, Tempat Ngopi Sepulang Kantor

Foto: Ihanifiqbal (instagram)

Foto: Ihanifiqbal (instagram)

Bacakopi bakalan ngebahas salah satu Coffee Shop yang baru didatengin, dan langsung bikin betah. Kali ini mau negbahas Kopimana27 yang berada di Jl. Prof. DR. Supomo No. 45 BZ, Kota Jakarta Selatan. Pertama tau sedari teman, yang waktu itu memang lagi terjebak macetnya Ibu Kota di jalan, alih-alih ditunjukin lalu saya berencana mencari hari untukmengajak teman mengunjungi tempat yang satu ini.

Tempatnya simpel, enak dan nyaman, mushola ada, toilet, wi-fi, dan satu lagi adalah konsep yang ditawarkannya unik.Playlist lagu di sini juga menawarkan lagu-lagu yang akrab dinikmati menurut saya.

Sudah bisa satu paket  buat berlama-lama ngobrol, nulis nyari inspirasi, atau ngisi waktu luang menikmati secangkir Kopi setelah pulang Kantor. Tapi sejadinya pulang kantor, malah saya bisa mengunjunginya lagi di akhir pekan bersama kawan perkopian. Harga berkisar 20 ribu-30, tersedia Coffee Latte, manual brewing dengan pilihan biji Kopi lokal, dan bagi yang tidak terlalu fanatik dengan Kopi di Kopimana juga menyediakan red velvet, green tea latte dan juga taro, dan beberapa menu unik seperti Kopi buatan istri.

Foto: ihanifiqbal

Foto: ihanifiqbal

Ada beberapa kutipan di Coffee Shop ini, seperti “Kenapa Kopi Hitam? Karena Abu-Abu itu Rawan Kelabu” atau saya masih penasaran kenapa “Selayaknya Istri Kopi adalah titipan” (Itu bunyinya yang terakhir kayak gitu).

 “Lain waktu, mungkin saya akan berlama-lama di Coffee Shop yang satu ini untuk berbincang dengan sosok perempuan, entah siapa, tapi pingin saja” – Kutipan dari sang penulis blog yang sangat menggilai Kopi.

 Untuk yang mencari tempat ngopi atau sekedar suasana Coffee Shop bisa mengunjungi tempat yang satu ini, merapat bersama banyak kawan, sendiri juga tidak masalah. Selamat menyeduh!

 

Cerpen: Cangkir Putih yang Hancur

 

Ilustrasi (Foto by@ihanifiqbal)

Ilustrasi (Foto by@ihanifiqbal)

 

Sebuah Kedai Kopi yang terletak diujung kawasan perkantoran, di antara sebuah Ruko-ruko  yang cukup ramai oleh pekerja kantoran yang selalu mampir, tepat disinilah aku menjalani hidup sekarang. Aku adalah sebuah cangkir berwarna putih,  mempunyai cukup ruang untuk dinikmati dengan berbagai macam minuman hangat, berukuran sedang, berdampingan dengan wadah cangkir serta sendok kecil, dan tidak terlalu besar jika harus dipegang dengan satu tangan. Di Kedai Kopi bernama “Kopi Mind”  inilah aku menetap. Nama itu tertulis di pintu depan serta di tiap meja, begitulah nama Kopi Mind selalu terpampang jelas. Sebelumnya aku lahir disebuah pabrik cangkir-cangkir mahal, sampai akhirnya aku tumbuh dilingkungan sebuah lingkungan restoran bintang lima. Lalu sekarang, aku berpindah lagi ke sebuah Kedai Kopi.

Dulu, sering kali aku diisi dengan teh manis hangat. Begitulah aku, berjalan dengan diam suasana restoran bintang lima. Lalu saat restorannnya akan pindah aku dijual bersama beberapa cangkir-cangkir lainnya, karena kata salah satu petugas restoran mereka ingin mengganti semua perabotan lama dengan yang baru. Aku kira aku dan beberapa temanku akan terlantar atau diletakan begitu saja berdebu ditoko barang bekas. Tapi ternyata, ada sosok perempuan yang membeliku. Perempuan itu berparas sejuk, diikat rambutnya dan kadang terhempas begitu saja, memakai kaca mata sederhana, dan selalu tersenyum ketika membawa aku dan beberapa temanku. Saat tiba di tempat bernama Kedai Kopi itu,  aku merasa sangat hidup, ketika aku diambil dan diletakan dengan indah disebuah rak cangkir yang terletak di sudut Kedai Kopi, disitu aku merasakan langsung sentuhan tangan halusnya yang secara perlahan meletakanku dengan sabar.

Merasa beruntung, saat hari demi hari berjalan dengan indahnya. Karena hari berjalan dengan sosok perempuan yang biasa dipanggil mbak barista ini selalu menggunakan aku sebagai gelas andalannya. Sekarang ruangku ini bukan lagi diisi dengan teh, tapi diisi dengan olahan biji Kopi yang segar, sedemikian rupa dijadikan bubuk harum lalu dicampur dengan 98 persen air dan  mempunyai temperatur 96 derajat Celsius, kadang hanya berupa hitam pekat saat dilihat, dan kadang juga dicampur dengan cream latte yang bisa membuat ruangku ini terlihat lebih indah untuk dinikmati dari pada cuma sekedar hitam.

Diam dalam ramainya suasana Kedai ini, membuatku tenang mengamati, mengamati mereka selalu berkunjung membawa bahan obrolan untuk diperbincangkan. Dari hal yang paling menyenangkan, menyedihkan, sampai hal yang tak pantas dibicarakan. Aku kadang hanya bisa mengamati dan tertawa jika melihat mereka yang sedang membicarakan orang lain, seakan mereka tidak tahu bahwa Tuhan mereka tidak tidur, dan malaikat pun pastilah mencatat perbuatan sebengis ini. Namun ada satu hal yang paling aku amati dengan baik, yaitu mbak barista yang selalu memegangku dengan hati-hati. Ia selalu membawaku ke tempat dimana aku dibersihkan, ia membersihkanku dengan kesabarannya, lalu meletakanku kembali dengan rapih dan membuat aku tentunya nyaman walaupun ia harus meninggalkanku.

Tiba juga saat dimana Kedai mulai dibuka, cukup pagi Kedai Kopi sudah dibuka. Terdengar suara pintu Kedai yang terbuka. Tak disangka aku pun diambilnya dari rak cangkir. Aku serasa kekasih yang dipegang tangannya lalu diajak berlari mengelilingi taman. Tapi ternyata, pagi itu aku diberikan ke tangan seorang lelaki, kasar tidak halus dan harum seperti tangan mbak barista. Diisilah ruangku ini dengan air putih yang dingin, tidak seperti biasanya. Bertanya-tanya sendiri pun tidak menemukan jawabannya, sampai aku tahu bahwa terdengar suara lelaki ini memanggil nama.

“Nama itu terucap dan terdengar dengan sebutan Anjani…”

 Sampai tiba mbak barista yang biasa kukenal ini menghampiri lelaki yang memang tidak aku suka dari awal aku melihatnya. Lelaki yang akhirnya meletakanku dipinggir meja. Terlihat tidak enak bagiku, seperti wajan yang sudah gosong karena berkali-kali dipakai masak. Sampai saat ia tersenyum dan memegang tangan perempuan yang kukenal sedari dulu, mereka berpelukan hangat dalam syahdu, saling berciuman dengan perasaan dunia milik mereka berdua, hingga tidak sadar keduanya bersandar pada  meja. Meja pun bergeser dan membuatku yang diletakan dipinggirnya terjatuh.

 “Pyarrr…..”

 Aku terjatuh pecah, menimbulkan suara bising,  berserakan sudah semua bagian tubuhku, sakit dan remuk semua organ dalam tubuhku, ruangku pun sudah hilang dan hancur lebur. Karena selama ini ruangku memang kosong dan selalu diisi dengan Kopi yang dituangnya, dan kini benar-benar hancur. Sudah berakhir semua, lalu aku hanya disapu.  Dengan hati-hati memang menyapunya, namun tidak sehati-hati biasanya ketika aku diletakannya di meja.

” Aku lebih baik menelan Kopi pahit yang selalu disediakan diruang cangkirku, yang selalu aku telan pahit-pahit dari pada harus terjatuh dan pecah seperti ini.”

  Aku memang benda mati, namun saat itu aku lebih mati dari benda mati sekalipun. Disapu dengan keadaan yang sekarat, lalu dibuang begitu saja.  Samar-sama terlihat perempuan ini, terselip rasa bersalah dari raut wajahnya. Aku melihat wajahnya yang cemas, mungkin sekedar cemas yang sebentar. Melihat parasnya terakhir kali adalah keuntunganku sebelum benar-benar pergi dengan mati dan meninggalkan tempat ini. Tapi, ada rasa syukur di hari itu, karena di akhir hidupku tak ubahnya aku senang bisa mendengar nama aslinya, walaupun tidak dari bibirnya sendiri yang terucap.

 

 

 

 

Klinik Kopi dan Berbagi Tentang Kopi

 

Kopi Di Klinik Kopi

Kopi Di Klinik Kopi

Kunjungan saya kali ini adalah ke Kedai Kopi yang memang sudah ke dua kalinya saya kunjungi, namun baru kali ini bisa dibahas di blog bacakopi. Tempat ini sudah sangat ramai dibincangkan oleh para pecinta Kopi, sempat menjadi tempat syuting film AADC 2 ( Ada Apa Dengan Cinta) dan juga kerap menjadi Kedai Kopi yang dikunjungi turis dalam negri maupun luar negri. Pertama-tama saya sampai di lokasi, dan disambut dengan tukang parkir yang sangat ramah, suasana ramai pun sudah mulai terasa, Kedai ini baru buka memang sore jam 4 sampai malam. Antrian yang cukup panjang pun saya tunggu, dengan obrolan saya dengan teman serta suasana Kedai yang sangat rumahan. Suasana khas disini memang berbeda dari kebanyakan Kedai Kopi lainnya, tapi sangatlah asyik jika harus berlama-lama di tempatnya. Bisa santai dengan  beberapa bacaan, menikmati malam dan dinginnya daerah Kaliurang Yogyakarta bisa menambah hikmatnya obrolan kala itu. Saya dan teman saya pun diberi nomor antrian, sambil menunggu dan berbincang ternyata tidak terasa nomor antrian pun dipanggil.

“Dan tahap itulah, sang pencerita Kopi sekaligus pemilik Kedai, sang brewer Kopi yaitu Mas Pepeng mulai beraksi.”

 Kedai ini menyajikan Kopi asli Tanpa Susu, dengan berbagai macam biji Kopi pilihan yang bisa dipilih. Bukan cuma itu saja, sang pembuat Kopi pun menceritakan tiap biji Kopi yang akan disajikan. Saya yang pecinta Kopi yang baru belajar tentunya bisa mencari ilmu dan mendengarkan cerita-cerita dari mas Pepeng.   Tiap Biji Kopi yang dipilih selalu ada cerita untuk mengenal secangkir Kopi asli Indonesia lebih baik. Tidak main-main, Mas Pepeng dan beberapa temannya pun mencari biji Kopi memang sambil keliling Indonesia untuk disajikan ke pecinta Kopi, serta untuk memperkenalkan Kopi asli Indonesia yang menjadi harta karun yang ternyata sangat berharga.

Foto bersama Mas Pepeng Owner Klinik Kopi

Foto bersama Mas Pepeng Owner Klinik Kopi

   “Saya lupa akan nama biji Kopi yang telah diolahnya, mungkin lain kali saya harus mampir lagi ke Kedai yang satu ini.”

 Kunjungan di Klinik Kopi ini menjadi sangat berkesan untuk ke dua kalinya. Bagi para pecinta Kopi sangat yang sedang atau ingin berlibur ke Yogyakarta, jangan lupa berkunjung ke Klinik Kopi untuk menikmati secangkir Kopi sambil mengajak sanak saudara serta sahabat.

Coffee Smith Jakarta dan Ngopi Sore Untuk Hilangkan Penat

 

 

Coffee Shop yang satu ini memang sudah sangat lama saya ingin datangi. Sekedar berkunjung karena penasaran, karena saya dulu pernah mengikuti salah satu kelas barista oleh Muhammad Aga, Aga adalah  owner dari Coffee Smith yang memang sudah lama berkecimpung di dunia perkopian dan barista. Dengan banyak pengalamn yang bisa ia bagi membuat saya semakin tertarik akan Kopi.

Saat berkunjung dan memasuki Coffee Smith yang terletak di daerah Duren Tiga Mampang jakarta Selatan ini dan  menemukan sebuah ruang kaca kecil yang berisi sebuah mesin roasting biji Kopi. Suasana khas kedai kopi ini sangat terasa dari ruangannya yang sederhana namun begitu nyaman untuk sekedar berbincang atau mengerjakan tugas yang ada. Saya memutuskan untuk memesan segelas Long Black dan teman saya memesan sama namun bedanya ia menggunakan es dan saya yang panas. Ada perbincangan menarik dari obgrolan saya dengan teman saya di kedai ini, saaat ia meminum gelas pertama Long Blacknya.

    “Wah ini Kopi Yesterday nih kalau kata eyang gue, asem soalnya”

 Mungkin gara-gara asam yang diberikan oleh rasa Kopi hitam, makanya bisa dibilang ada saja istilah kopi kemarin, atau Kopinya sudah lama. Padahal bukan karena hal itu rasa asamnya ada pada Kopi. Memang wajar kalau misalkan anda menikmati Kopi hitam ada saja rasa asam pada Kopi (Bisa dilihat artikel rasa asam pada Kopi di majalah.ottencoffe.co.id) dan perbincangan kita pun berlanjut sembari menunggu teman saya yang lain datang. Harga yang ditawarkan tidak begitu mahal untuk kualitas Kopi yang enak. Tersedia juga menu-menu lainnya yang tidak kalah enak dan menarik.

Untuk kali ini saya lupa memotret mesin roastingnya yang sedang digunakan oleh si owner, karena pada sore hari itu ia sangat sibuk dengan mesin roasting Kopi yang ada. Lain kali saya pasti akan balik lagi untuk menikmati Kopi di Coffee Smith.

Ruang Seduh Jogja dan Belajar Tentang Kopi

(Maaf burem fotonya)

(Maaf burem fotonya)

Bukan cuma beberapa tahun ini saya pribadi tertarik dengan yang namanya Kopi, bahkan sudah sedari jaman sekolah dasar sudah membuat minuman Kopi sendiri di kala sore hari, namun baru ada kesempatan untuk lebih mengenal secangkir Kopi pada tiga tahun belakangan ini. Berkuliah di Yogyakarta menjadi salah satu keberuntungan tertentu untuk mengenal secangkir Kopi lebih dalam. Mencoba kesana kemari untuk berkeliling mencari tempat ngopi sambil belajar pelan-pelan tentang Kopi. Karena menurut saya secangkir Kopi bukan cuma sekedar minuman yang pahit yang bisa dinikmati.

Berkunjung ke Coffee Shop yang satu ini cukup membuka saya pada pasar Kopi di Indonesia. Berada di Jalan Tirtodipuran tempat banyak wisatawan mondar-mandir di Yogyakarta ini tempat ngopi yang cukup sederhana namun menarik ini bernama Ruang Seduh. Belajar membuat Kopi sendiri terutama dengan metode Manual Brewing yang bertujuan untuk mendapatkan aroma dan cita rasa Kopi yang baik untuk dinikmati. Diawali dengan memilih Biji Kopi yang sudah disediakan, saya memilih Biji Kopi dari Jawa Barat bernama Papandawan. Dengan belajar tentang cara menyiapkan dengan benar serta suhu yang harus diterapkan agar mendapat cita rasa yang baik maka saya diajarkan oleh salah satu Barista di sana. Bagi anda yang ingin belajar membuat Kopi sendiri di sini jangan takut, akan ada barista yang mengajarkan anda. Proses demi proses akan didampingi demi mendapatkan cita rasa Kopi yang terbaik, maka bagi yang pertama kali membuat Kopi dengan cara Manual Brewing cukup dicoba dan dinikmati secangkir buatan sendirinya.

(Suasana Coffee Shop)

(Suasana Coffee Shop)

Tempat yang sederhana namun sangat berkenan di hati ini cukup tenang jika di hari-hari tertentu dan jam-jam yang tepat jika memang anda ingin mencari ketenangan sambil menikmati Kopi. Suara mesin Kopi dan alunan lagu yang diputar biasanya membawa secangkir Kopi lebih nikmat dengan perbicangan saya dengan barista soal Kopi dan bisnisnya yang sedang berkembang pesat. Syahdu di tempat ini membuat saya ingin balik lagi ke tempat ini untuk belajar tentang Kopi di Ruang Seduh Jogja. Bagi saya penikamt Kopi, belajar tentang berbagai macam hal yang berbau  Kopi amatlah senang, terutama jika bisa dibagi dengan banyak orang.